Gerakan Ramadhan Ramah Anak: Kemen PPPA Ajak Keluarga Luangkan Waktu Tanpa Gawai

AKURAT.CO Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam menginisiasi Gerakan Ramadhan Ramah Anak.
Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan, termasuk kementerian, lembaga, pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dunia usaha, media massa, serta keluarga, dalam memenuhi hak anak atas pengasuhan dan pendidikan guna membangun karakter anak yang lebih positif.
Gerakan ini diimplementasikan melalui lima strategi utama, yaitu:
1. Penguatan pendidikan karakter anak
2. Penguatan kapasitas pengasuhan
3. Penguatan lingkungan keluarga
4. Penguatan peran masyarakat
5. Penguatan kebijakan pemerintah
Sebagai bagian dari gerakan ini, pemerintah mengajak masyarakat untuk menerapkan '1 Jam Berkualitas Bersama Keluarga Tanpa Gawai' selama bulan Ramadhan.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengasuhan, kesehatan mental anak, serta memperkuat ikatan keluarga melalui interaksi yang lebih mendalam.
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan, Ramadhan adalah momen yang tepat untuk memperkuat pengasuhan dalam keluarga.
Dengan mengurangi penggunaan gawai, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan agama yang lebih baik, tetapi juga merasakan kasih sayang dan perhatian penuh dari orang tua.
"Kami berharap gerakan ini dapat menyadarkan lebih banyak keluarga akan pentingnya pengasuhan berkualitas. Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan kebersamaan yang bermakna bagi anak-anak Indonesia," ujar Arifatul.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, menyoroti tantangan pengasuhan di era digital.
Ia mengungkapkan, banyak orang tua justru lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan berinteraksi dengan anaknya, sehingga anak pun cenderung melakukan hal yang sama.
"Permasalahan anak saat ini adalah orang tua yang mulai meninggalkan anaknya karena sibuk dengan handphone. Akibatnya, anak pun lebih banyak berinteraksi dengan handphone daripada berbicara dengan orang tuanya," jelas Menteri Wihaji.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Menteri Wihaji mengajak seluruh orang tua agar lebih banyak meluangkan waktu berbicara dan berinteraksi dengan anak selama Ramadhan.
"Saya bukan anti-handphone, tetapi saya ingin mengajak orang tua untuk kembali pada hal yang sederhana: mengobrol dengan anak. Jika komunikasi dalam keluarga terjalin dengan baik, maka otomatis hubungan orang tua dan anak pun akan semakin erat dan penuh kehangatan," tegasnya.
Melalui Gerakan Ramadhan Ramah Anak, pemerintah berharap dapat membangun kesadaran bahwa pengasuhan berkualitas adalah kunci utama dalam membentuk generasi yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









