Anak Suka Menyela Pembicaraan? Begini Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Tiap fase usia anak punya tantangannya masing-masing. Menginjak usia balita, anak mulai menyadari tentang otoritas dirinya seiring dengan kemampuannya dalam berkomunikasi.
Tak jarang di usia balita ini anak mulai mengembangkan kemampuan berbicara dan bercakap-cakap, sehingga mereka suka sekali berbicara apapun kepada siapapun.
Namun sayangnya, terkadang tingkah laku anak yang lucu ini menjadi cukup mengganggu tatkala mereka mulai berbicara tanpa henti, bahkan menyela pembicaraan.
Menyela pembicaraan ketika ia tidak dapat mengendalikan keinginannya untuk berbicara. Kecuali dalam keadaan darurat, penting untuk membantu anak belajar menunggu giliran dalam berbicara.
Penting memberikan pemahaman pada anak bahwa membiarkan orang lain menyelesaikan apa yang mereka katakan atau lakukan adalah bagian dari komunikasi positif. Hal ini akan membantu anak-anak bergaul dengan orang lain.
Cara menghadapi anak yang suka menyela pembicaraan tergantung pada usia dan tahap perkembangan anak. Untuk anak yang masih kecil, orangtua dapat mengajarkan anak untuk mengangkat tangan jika mereka ingin mengatakan sesuatu saat orang lain tengah berbicara dan baru boleh berbicara jika dipersilakan.
Di sisi lain, anak juga harus diberitahu bahwa mereka boleh menyela pembicaraan jika terjadi hal yang berbahaya atau mendesak tetapi tetap dengan cara yang sopan.
1. Perkenalkan tentang permisi
Seiring bertambahnya usia anak dan anak sudah bisa menunggu, orang tua dapat melatih anak untuk bersabar dalam bergantian berbicara dengan konsep "permisi". Ingatkan anak untuk permisi terlebih dahulu sebelum menyela pembicaraan orang lain.
Ketika anak sudah mengatakan "permisi", usahakan untuk memperhatikan anak sesegera mungkin. Cara ini akan memberikan pemahaman pada anak bahwa apabila mereka meminta dengan cara yang sopan dan benar maka mereka akan mendapatkan apa yang diinginkan.
2. Menjadi contoh yang baik
Anak adalah imitator yang ulung. Apabila anak sering melihat orang tuanya menyela pembicaraan orang lain, atau saat ia sedang berbicara maka ia akan menirunya. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya memberi contoh yang baik.
Jika tak bisa segera memberi anak kesempatan berbicara, beritahukan pada anak secara tegas tetapi lembut, misalnya, "Mama sedang menelepon, jadi kakak bersabar dulu ya sampai Mama selesai menelepon. Setelah selesai, Mama akan segera bantu kakak, okay?"
Jangan ragu memuji anak saat ia berhasil berkomunikasi dengan baik, Ma. Misalnya dengan mengatakan, "Terima kasih ya nak, tadi sudah mau bersabar menunggu Mama berbicara dengan Papa." Ini akan membuat mereka bersemangat untuk mengulanginya lagi.
Orang tua mungkin ingin membuat beberapa aturan tentang berbicara dengan sopan di rumah. Penting untuk berbicara dengan anak tentang aturan yang berlaku di keluarga sehingga anak mengerti apa yang diharapkan orang tua.
Orang tua juga dapat menerapkan konsekuensi jika anak melawan balik atau berbicara kasar. (Ridho Hatmanto)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








