Sebutkan dan Jelaskan Mengenai Tahapan Perkembangan Kognitif yang Sesuai dengan Tahapan Anak di SD?

AKURAT.CO Perkembangan kognitif pada anak memiliki kaitan erat dengan perkembangan otak.
Otak memainkan peran penting dalam proses ini, termasuk ukuran dan fungsi otak. Perkembangan kognitif dipengaruhi oleh kecepatan perkembangan otak, yang terbagi menjadi dua bagian: otak kiri dan otak kanan.
- Otak Kiri: Melibatkan kemampuan berfikir rasional, ilmiah, logis, dan analitis. Ini terkait dengan keterampilan membaca, berhitung, dan berbahasa.
- Otak Kanan: Melibatkan kemampuan berfikir holistik, non-verbal, intuitif, non-linier, dan kreativitas.
Anak di sekolah dasar mengalami perkembangan kognitif yang berbeda-beda. Ada dua fase utama dalam perkembangan kognitif anak usia 7 hingga 12 tahun:
-
Fase Operasional Konkret (Usia 7-11 tahun):
- Pada fase ini, anak memiliki pemikiran operasional konkret. Mereka mampu menggunakan akal untuk berfikir logis terhadap hal-hal konkret.
- Meskipun mereka dapat memahami hubungan-hubungan kasual, penalaran mereka masih terbatas dan belum bersifat abstrak.
- Contoh kemampuan pada usia ini termasuk mengeja, menyalin, berbahasa Indonesia, dan bertanya ketika belajar.
- Pembelajaran yang efektif haruslah kontekstual dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
-
Fase Operasional Formal (Usia 11-12 tahun ke atas):
- Pada fase ini, anak mulai mampu berpikir secara abstrak dan melakukan penalaran yang lebih kompleks.
- Mereka dapat memahami konsep-konsep abstrak, menggambarkan situasi hipotetis, dan berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan.
- Pembelajaran harus memperluas wawasan mereka dan mendorong pemikiran kritis serta kreativitas.
Semoga penjelasan di atas membantu! Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







