Setelah Mempelajari Tentang Asas Legalitas Pada Hukum Pidana, Diskusikanlah Bagaimana Asas Legalitas Pada KUHP dan Pada RUU KUHP yang Terbaru!

AKURAT.CO Setelah mempelajari tentang asas legalitas dalam hukum pidana, mari kita diskusikan bagaimana asas legalitas diatur dalam KUHP lama (peninggalan Belanda) dan RUU KUHP terbaru yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023. Terapat beberapa pandangan masing-masing terkait perbedaan antara keduanya.
-
Asas Legalitas dalam KUHP Lama
- Dalam KUHP lama, asas legalitas diatur dalam Pasal 1.
- Asas legalitas menekankan bahwa tidak ada perbuatan yang dapat dihukum kecuali didasarkan pada ketentuan pidana menurut undang-undang yang telah diadakan lebih dulu.
- Pasal ini juga mengandung prinsip larangan analogi, yang berarti tidak boleh menentukan adanya perbuatan pidana dengan menggunakan analogi.
- Selain itu, aturan hukum pidana tidak berlaku surut.
Asas Legalitas dalam RUU KUHP Terbaru
- RUU KUHP terbaru mengalami perubahan secara materiil atau substantif terkait asas legalitas.
- Dalam formulasi Pasal 1 RUU KUHP, terdapat penambahan formulasi asas legalitas yang negatif.
- RUU KUHP mengakui dan menjamin keberadaan asas legalitas dengan lebih tegas.
- Pasal 1 ayat (1) RUU KUHP menyatakan bahwa tidak ada satu perbuatan pun yang dapat dikenai sanksi pidana dan/atau tindakan, kecuali atas kekuatan peraturan pidana dalam peraturan perundang-undangan yang telah ada sebelum perbuatan dilakukan.
Pandangan Terbaru
- KUHP Lama: Asas legalitas dalam KUHP lama menekankan perlunya kejelasan dan ketentuan hukum yang telah ada sebelum perbuatan dilakukan. Ini melindungi hak individu dan menghindari penafsiran sewenang-wenang.
- RUU KUHP Terbaru: Penambahan formulasi asas legalitas yang negatif dalam RUU KUHP memberikan kepastian hukum yang lebih kuat. Namun, perlu diperhatikan agar tidak mengabaikan keadilan dan kebutuhan adaptasi hukum terhadap perubahan zaman dan masyarakat.
Dalam kesimpulannya, asas legalitas adalah prinsip fundamental dalam hukum pidana yang harus dijaga dengan cermat.
KUHP terbaru mencoba mengakomodasi perubahan zaman, tetapi tetap harus memastikan perlindungan hak-hak individu dan keadilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








