Salah Besar Prinsip ‘Kakak Harus Ngalah dengan Adik’

AKURAT.CO Lalu bagaimana cara mengajarkan sikap adil pada anak? Mungkin hal ini menjadi pembahasan baru bagi Anda. Mari kita langsung saja ke intinya.
Contoh kasus, jika Anda memiliki dua anak, dengan usia yang berbeda lalu kemudian mereka bertengkar, siapakah yang akan Anda salahkan (mintai tanggung jawab)? Kebanyakan orang tua pasti akan menyalahkan anak yang lebih tua karena anggapan parenting zaman dulu yang menyebutkan ‘Kakak (yang lebih tua) harus bersedia mengalah demi adik (yang lebih muda).’ Jika prinsip ini terus-menerus diterapkan pada si kakak, maka di masa depan anak-anak tidak akan mampu melihat nilai keadilan yang sebenarnya, bahwa yang bersalahlah yang harusnya bertanggung jawab dan menerima konsekuensi dari apa yang telah dilakukannya terlepas dari apakah usianya jauh lebih muda ataupun lebih tua. Hal ini mengajarkan nilai keadilan pada anak, bahwa keadilan tidak ditentukan dari usia siapa yang lebih tua atau muda, keadilan terletak pada tanggung jawab seseorang akibat konsekuensi dari apapun yang telah dilakukannya.
Baca Juga: Bawaslu Harus Lebih Tegas dan Transparan Menjaga Keadilan Pemilu
Terlebih, akibat dari selalu membuat si kakak atau salah satu saudara harus mengalah ketimbang saudaranya yang lain bahkan jika dalam sebuah kasus si kakak tidak bersalah sekalipun, jauh di dalam hati kakak tentu dia akan merasa sakit hati, jika rasa sakit hati itu dipupuk, maka bisa tumbuh menjadi dendam di kemudian harinya.
Baca Juga: Lagu Keke Bukan Boneka Tembus 25 Juta Penonton, Ernest Prakasa: Yang Hujat Iri Hati
Mungkin sebagian anak akan mampu memendam perasaan sakit hati tersebut hingga saat dia tumbuh menjadi dewasa, namun ketika pada suatu masa dirinya mengalami trauma atau sebuah masalah atau menghadapi rasa sakit hati yang sama, bekas sakit hati masa kecil yang tidak hilang itu bisa saja memicunya untuk melakukan hal-hal yang negatif akibat dari orang tua yang menutup kesempatan pembelaan diri (keadilan) pada anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








