Bagaimana Kesan Ibu/Bapak Guru Secara Keseluruhan Mengenai Sistem Pengelolaan Kinerja Saat Ini?

AKURAT.CO Simak inilah jawaban dari soal, bagaimana kesan ibu/bapak guru secara keseluruhan mengenai sistem pengelolaan kinerja saat ini?
Sistem pengelolaan kinerja guru merupakan aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dengan adanya evaluasi dan pengelolaan kinerja yang efektif, diharapkan guru dapat mengembangkan profesionalismenya secara berkelanjutan sehingga berdampak positif pada proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Pada tahun 2025, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) meluncurkan sistem pengelolaan kinerja terbaru yang lebih sederhana, terintegrasi, dan efisien.
Artikel ini akan mengulas kesan para guru secara keseluruhan terhadap sistem pengelolaan kinerja terbaru tersebut berdasarkan berbagai sumber resmi dan studi terkini.
1. Sistem Pengelolaan Kinerja Guru 2025: Lebih Sederhana dan Praktis
Para guru menyambut positif pembaruan sistem pengelolaan kinerja yang mulai diterapkan pada 2025.
Sistem baru ini mengintegrasikan platform Merdeka Mengajar (PMM) dengan e-Kinerja BKN, sehingga proses penilaian kinerja menjadi lebih mudah diakses dan seragam di seluruh Indonesia.
Salah satu perubahan signifikan adalah pengisian penilaian kinerja yang sebelumnya dilakukan dua kali setahun kini hanya sekali dalam setahun.
Selain itu, guru tidak lagi diwajibkan mengunggah dokumen secara mandiri karena verifikasi dilakukan langsung oleh atasan terkait seperti kepala sekolah atau kepala dinas pendidikan.
Para guru merasa sistem ini mengurangi beban administratif yang selama ini dirasakan sangat membebani waktu dan tenaga mereka.
Dengan kemudahan ini, guru dapat lebih fokus pada tugas utama yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi siswa.
2. Pengembangan Kompetensi Berbasis Refleksi Diri
Sistem pengelolaan kinerja terbaru juga mengubah mekanisme pengembangan kompetensi dari berbasis poin menjadi berbasis refleksi diri yang diverifikasi oleh atasan.
Metode ini dianggap lebih bermakna karena menekankan pada kesadaran guru terhadap kekuatan dan kelemahan diri, serta mendorong perbaikan secara mandiri.
Guru merasa pendekatan ini lebih manusiawi dan sesuai dengan kebutuhan profesionalisme mereka.
3. Dampak Positif terhadap Profesionalisme dan Motivasi Guru
Secara keseluruhan, guru menilai sistem pengelolaan kinerja yang diperbarui mampu meningkatkan profesionalisme mereka.
Dengan proses yang lebih sederhana dan transparan, guru merasa dihargai dan termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran.
Sistem ini juga mendukung terciptanya pendidikan yang lebih bermutu dan inklusif, sejalan dengan visi Kemendikbudristek.
Namun, beberapa guru mengingatkan pentingnya pelatihan dan sosialisasi yang memadai agar semua guru dapat mengakses dan memanfaatkan sistem ini dengan optimal, terutama bagi guru di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses teknologi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kesan ibu/bapak guru terhadap sistem pengelolaan kinerja saat ini sangat positif.
Pembaruan sistem yang lebih sederhana, praktis, dan terintegrasi melalui platform Merdeka Mengajar dan e-Kinerja BKN dianggap mampu mengurangi beban administratif dan meningkatkan fokus guru pada tugas utama mengajar.
Pendekatan pengembangan kompetensi berbasis refleksi diri juga memberikan nilai tambah bagi profesionalisme guru.
Meski demikian, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada dukungan pelatihan dan infrastruktur teknologi yang memadai agar seluruh guru di Indonesia dapat mengakses dan mengoptimalkan manfaatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







