Pendaftaran SNBP 2026 Resmi Dibuka, Simak Cara Cek Daya Tampung dan Ketentuannya!

AKURAT.CO Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 telah dibuka pada 3 Februari 2026, memberikan kesempatan bagi siswa eligible untuk memilih program studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Akademik, Vokasi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Terdapat 76 PTN Akademik di seluruh Indonesia yang dapat dipilih oleh calon pendaftar SNBP 2026. Selain itu, tersedia juga 44 Sekolah Vokasi di jalur SNBP Vokasi. Penting bagi calon pendaftar untuk memeriksa daya tampung masing-masing program studi agar dapat membuat pilihan yang strategis.
Informasi mengenai daftar PTN dan daya tampungnya dapat diakses melalui laman resmi SNPMB.
Cara Mengecek Daya Tampung SNBP 2026
Untuk mengetahui daya tampung setiap program studi di PTN Akademik, Vokasi, dan PTKIN, calon mahasiswa dapat mengakses laman resmi SNPMB. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengecek daya tampung.
1. Kunjungi laman https://snpmb.id/.
2. Pilih menu "SNBP".
3. Klik pada opsi "Daya Tampung SNBP".
4. Pilih jenis perguruan tinggi yang dituju, yaitu PTN Akademik, PTN Vokasi, atau PTKIN.
Penting untuk dicatat bahwa informasi daya tampung untuk jalur SNBP 2026 masih dalam proses pengisian. Beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Padjadjaran, telah menegaskan bahwa seleksi SNBP 2026 tidak menggunakan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai penentu kelulusan.
Persyaratan dan Ketentuan SNBP 2026
Pelaksanaan SNBP 2026 memiliki beberapa ketentuan umum dan khusus yang perlu diperhatikan oleh sekolah dan siswa.
Ketentuan Umum SNBP 2026
- Biaya pelaksanaan SNBP ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
- Seleksi SNBP didasarkan pada penelusuran prestasi akademik melalui rapor, serta prestasi akademik dan non-akademik siswa yang telah ditetapkan PTN. Tiga prestasi terbaik siswa akan dinilai.
- Sekolah yang mengikutkan siswanya dalam SNBP harus memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan rapor siswa yang eligible di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan lengkap dan benar.
- Sekolah harus memiliki Akun SNPMB Sekolah untuk pengisian PDSS, dan siswa juga harus memiliki Akun SNPMB Siswa untuk pendaftaran SNBP. Registrasi akun SNPMB dilakukan di Portal SNPMB.
- Siswa yang akan mendaftar SNBP disarankan untuk membaca informasi persyaratan program studi pilihan pada laman PTN yang dituju.
- Siswa yang telah dinyatakan lulus seleksi Jalur SNBP 2025, SNBP 2024, dan SNBP 2023 tidak dapat mendaftar UTBK-SNBT 2025. Demikian pula, siswa yang lulus SNBP 2026 tidak dapat mendaftar UTBK-SNBT 2026dan jalur mandiri di PTN manapun pada tahun 2026.
Ketentuan Khusus SNBP 2026
- Kurikulum di PDSS: PDSS hanya mengakomodasi kurikulum sekolah yang diselenggarakan secara nasional (Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka). Sekolah dengan kurikulum internasional tidak dapat mengisi PDSS.
- Ada tambahan kuota 5% bagi sekolah yang menggunakan e-rapor dalam pengisian PDSS.
- Ketentuan Siswa Eligible: Siswa kelas XII pada tahun 2026 dengan prestasi unggul, Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), memiliki NISN dan terdaftar di PDSS, serta memiliki nilai rapor semester 1 sampai 5 yang diisikan di PDSS. Siswa yang memilih program studi seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio.
- Pemilihan Program Studi: Setiap siswa eligible diizinkan memilih prodi di PTN Akademik, PTN Vokasi, dan/atau PTKIN. Siswa dapat memilih dua program studi dari satu atau dua PTN. Jika memilih dua prodi, salah satunya harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan asal SMA/MA/SMK siswa. Jika hanya memilih satu prodi, PTN dapat berada di provinsi mana pun.
- Ketentuan Kuota Sekolah: Kuota siswa eligible didasarkan pada akreditasi sekolah.
- Akreditasi A: 40% siswa terbaik di sekolah.
- Akreditasi B: 25% siswa terbaik di sekolah.
- Akreditasi C dan lainnya: 5% siswa terbaik di sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









