Program Istana untuk Anak Sekolah Diikuti 164 Siswa Penyandang Disabilitas, Seskab: Setiap Anak Punya Kesempatan Sama

AKURAT.CO Istana Kepresidenan Jakarta kembali menjadi ruang belajar yang terbuka bagi anak-anak Indonesia.
Sebanyak 164 siswa dari Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) mengikuti program "Istana untuk Anak Sekolah" guna mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta sekaligus mempelajari sejarah bangsa.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa para peserta yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
"Pagi ini, Istana kembali membuka pintunya untuk anak-anak Indonesia. Sebanyak 164 siswa dari Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) hadir dalam program 'Istana untuk Anak Sekolah'. Dengan penuh semangat, adik-adik penyandang disabilitas tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa datang untuk mengenal lebih dekat Istana Kepresidenan Jakarta dan sejarah bangsa," jelas Teddy, dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, para siswa hadir membawa cita-cita yang tinggi, semangat yang besar, serta tekad yang kuat untuk terus menimba ilmu. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menghalangi seseorang untuk bermimpi dan berjuang meraih masa depan.
Baca Juga: Menag Canangkan 10 Muharram Jadi Lebaran Yatim dan Disabilitas
"Mereka hadir dengan cita-cita yang tinggi, semangat yang besar, dan tekad yang kuat untuk terus belajar dan meraih masa depan. Hari ini menjadi pengingat bahwa semangat, tekad, dan cita-cita tidak pernah mengenal batas," tuturnya.
Teddy berharap kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta dapat menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
"Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman yang membekas dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, belajar, berkarya, dan mengabdi kepada bangsa," ujarnya.
Ia pun menegaskan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ia berharap langkah kecil yang dimulai melalui program tersebut dapat menjadi awal lahirnya generasi muda Indonesia yang mampu menciptakan karya-karya besar dan mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.
"Karena disabilitas bukanlah batas untuk meraih cita-cita. Siapa tahu, kelak dari langkah-langkah kecil hari ini akan lahir karya-karya besar yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," pungkas Teddy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




