Mendikdasmen: PKL Bukan Alasan Pembelajaran SMK Terhenti

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) tidak boleh membuat proses pembelajaran murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhenti.
Menurut Abdul Mu'ti, murid kelas XII tetap perlu mendapatkan layanan pembelajaran meski sedang menjalani pengalaman kerja di dunia usaha dan dunia industri.
Salah satu skema yang dapat diterapkan ialah pembelajaran asinkron yang memungkinkan murid belajar dan mengerjakan tugas secara mandiri sesuai kondisi PKL.
"Pembelajaran tidak berhenti ketika anak-anak kita melaksanakan PKL. Justru pengalaman di dunia kerja harus menjadi bagian dari proses pembelajaran," ujar Abdul Mu'ti.
Ia menjelaskan PKL menjadi kesempatan bagi murid untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah dalam situasi kerja nyata.
Selain kompetensi teknis, murid dapat belajar disiplin, tanggung jawab, komunikasi profesional, budaya kerja, keselamatan kerja, serta tuntutan kompetensi di dunia kerja.
Namun, pengalaman kerja tersebut tetap perlu diimbangi penguatan kemampuan dasar, khususnya literasi dan numerasi.
"Literasi dan numerasi merupakan kemampuan fundamental. Keduanya diperlukan bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja," katanya.
Dalam pelaksanaan PKL, kemampuan literasi dibutuhkan untuk memahami prosedur kerja, petunjuk penggunaan peralatan, informasi teknis, menyusun laporan, mengisi formulir, hingga berkomunikasi dengan pembimbing dan rekan kerja.
Sementara numerasi digunakan dalam berbagai aktivitas, seperti menghitung kebutuhan bahan, membaca tabel dan grafik, menentukan ukuran, menghitung waktu pengerjaan, memperkirakan biaya, hingga membandingkan hasil pekerjaan.
Penguatan kedua kemampuan tersebut dinilai penting karena tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik.
Literasi dan numerasi juga menjadi dasar bagi murid untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan bekerja secara efektif.
Baca Juga: Antrean Haji Indonesia Bisa Dipangkas Jadi 14 Tahun, 400 Ribu Data Jemaah Ternyata Invalid
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






