Akurat Logo

Mendikdasmen: PKL Bukan Alasan Pembelajaran SMK Terhenti

Saeful Anwar | 15 September 2026, 09:00 WIB
Mendikdasmen: PKL Bukan Alasan Pembelajaran SMK Terhenti
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti.

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) tidak boleh membuat proses pembelajaran murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhenti.

Menurut Abdul Mu'ti, murid kelas XII tetap perlu mendapatkan layanan pembelajaran meski sedang menjalani pengalaman kerja di dunia usaha dan dunia industri.

Salah satu skema yang dapat diterapkan ialah pembelajaran asinkron yang memungkinkan murid belajar dan mengerjakan tugas secara mandiri sesuai kondisi PKL.

"Pembelajaran tidak berhenti ketika anak-anak kita melaksanakan PKL. Justru pengalaman di dunia kerja harus menjadi bagian dari proses pembelajaran," ujar Abdul Mu'ti.

Ia menjelaskan PKL menjadi kesempatan bagi murid untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah dalam situasi kerja nyata.

Selain kompetensi teknis, murid dapat belajar disiplin, tanggung jawab, komunikasi profesional, budaya kerja, keselamatan kerja, serta tuntutan kompetensi di dunia kerja.

Namun, pengalaman kerja tersebut tetap perlu diimbangi penguatan kemampuan dasar, khususnya literasi dan numerasi.

"Literasi dan numerasi merupakan kemampuan fundamental. Keduanya diperlukan bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja," katanya.

Dalam pelaksanaan PKL, kemampuan literasi dibutuhkan untuk memahami prosedur kerja, petunjuk penggunaan peralatan, informasi teknis, menyusun laporan, mengisi formulir, hingga berkomunikasi dengan pembimbing dan rekan kerja.

Sementara numerasi digunakan dalam berbagai aktivitas, seperti menghitung kebutuhan bahan, membaca tabel dan grafik, menentukan ukuran, menghitung waktu pengerjaan, memperkirakan biaya, hingga membandingkan hasil pekerjaan.

Penguatan kedua kemampuan tersebut dinilai penting karena tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik.

Literasi dan numerasi juga menjadi dasar bagi murid untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan bekerja secara efektif.

Baca Juga: Antrean Haji Indonesia Bisa Dipangkas Jadi 14 Tahun, 400 Ribu Data Jemaah Ternyata Invalid

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.