McDonald’s Indonesia Beri Beasiswa 35 Mahasiswa Baru IPB

AKURAT.CO Sebanyak 35 mahasiswa baru IPB University dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi terpilih sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi McD dari McDonald’s Indonesia. Program ini menjadi langkah baru dalam komitmen McDonald’s Indonesia mendukung akses pendidikan tinggi yang inklusif.
Bekerja sama dengan Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI), McDonald’s Indonesia memberikan dukungan pendidikan selama dua semester pertama perkuliahan. Selain bantuan finansial, para penerima beasiswa juga memperoleh voucher makanan, pelatihan, serta kesempatan mendapatkan pengalaman kerja dan magang di McDonald’s Indonesia.
Dukungan tersebut diharapkan membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
McDonald’s Dorong Akses Pendidikan Tinggi
Director of Human Resources & General Services McDonald’s Indonesia Yulianti Hadena mengatakan Beasiswa Pendidikan Tinggi McD menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap pendidikan inklusif yang telah berjalan selama lebih dari tiga dekade.
“Kami melihat perjuangan dan kerja keras adik-adik mahasiswa untuk sampai di titik ini. Hal ini menjadi alasan kami menghadirkan Beasiswa Pendidikan Tinggi McD sebagai milestone baru dari komitmen kami untuk mendukung pendidikan inklusif yang sudah berjalan selama lebih dari tiga dekade," ujarnya saat peresmian di Science Techno Park IPB, Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026).
"Melalui program ini, kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk belajar, berkembang, dan mendapatkan pengalaman sebagai bekal untuk menjadi future leaders berkarakter yang membawa dampak positif. Kami berharap kesempatan ini dapat membantu mereka membangun Cita dan Daya serta semakin percaya diri menentukan langkah ke depan,” tambah Yulianti.
Kebutuhan terhadap dukungan pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi sebagian anak muda Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi pada 2025 mencapai 32,89 persen, meningkat dari 32 persen pada 2024.
Pada 2025, pemerintah juga mencatat terdapat 17.816 calon mahasiswa yang telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri tetapi tidak melakukan daftar ulang. Keterbatasan biaya, termasuk biaya hidup bagi calon mahasiswa yang tidak memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah secara penuh, disebut sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.
Ketua Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI) Andi Irman Patiroi mengatakan kebutuhan dukungan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi masih cukup tinggi.
Berdasarkan pengamatan pihaknya mendampingi mahasiswa, kebutuhan dukungan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi masih cukup tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





