Pengamat Sarankan Anies Perkuat Koalisi, Tak Perlu Buru-buru Tentukan Cawapres

AKURAT.CO, Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai Anies harus memprioritaskan penguatan koalisi pada pertemuan kecil Koalisi Perubahan yang terdiri dari tiga partai pendukung yakni Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di sebuah restoran di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (18/11/2022).
Kendati Anies telah menyampaikan enggan terburu-buru menentukan calon pasangannya lantaran menunggu pendatang baru yang bakal menambah jajaran partai koalisi. Namun hingga saat ini, belum ada koalisi partai politik telah mendeklarasikan secara resmi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Karena itu dirinya menyarakan agar penguatan koalisi lebih diutamakan ketimbang terburu-buru menentukan calon pendamping mantan Gubernur DKI itu.
“Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera tidak akan lari dari koalisi ini meskipun nanti kader mereka tidak menjadi cawapres Anies Baswedan. Bagi Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera berada dalam koalisi ini merupakan kesempatan terbesar bagi kedua partai politik tersebut untuk nanti masuk di pemerintahan setelah selama 10 tahun ini sebagai partai oposisi. Karena dalam koalisi ini mereka adalah inisiator koalisi bersama Partai NasDem," kata Bawono dalam keterangannya kepada media, Sabtu (19/11/2022).
Lebih lanjut, Bawono menjelaskan Berbeda kasus dengan Koalisi Indonesia Bersatu bentukan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan maka mereka sekadar menjadi pengikut koalisi saja bukan inisiator. Begitu juga bila bergabung dengan koalisi bentukan Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa. Sebab KIB belum kunjung menentukan capres dan cawapres yang akan diusung.
Menurut dia sikap Anies Baswedan untuk tidak terburu-buru menentukan siapa figur akan mengisi posisi calon wakil presiden juga merupakan hal bijak. Penentuan siapa figur tepat untuk mengisi posisi calon wakil presiden memang lebih baik menunggu terlebih dahulu siapa saja calon kompetitor akan maju dari koalisi partai-partai politik lain.
"Dengan begitu, akan dapat dipertimbangkan secara lebih matang apakah akan mencari figur dengan basis massa kuat di suatu daerah dengan jumlah pemilih besar? atau memilih figur berlatarbelakang ketua umum partai dengan basis dukungan politik kuat sebagai wakil presiden akan mendampingi nanti?" paparnya.
Sementara itu, prioritas utama saat ini ketimbang penentuan calon wakil presiden. Anies Baswedan harus memprioritas penguatan soliditas koalisi, seperti penguatan jaringan guna memperkuat koordinasi ketiga partai politik dari tingkat pusat hingga daereh, rencana sosialisasi politik dengan mengujungi daerah-daerah untuk meningkatkan popularitas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




