Suara PSI Melonjak karena Ada Tangan-tangan Tak Terlihat

AKURAT.CO Lonjakan suara Partai Soloidaritas Indonesia (PSI) berdasarkan rekapitulasi sementara KPU dinilai lantaran adanya operasi diam-diam.
Pengamat politik dari Badan Research dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai, lonjakan perolehan suara PSI tersebut menimbukan tanda tanya besar.
"Suara yang diperoleh PSI antara quick count dan real count berbeda jauh, padahal belum 100 persen dari total suara nasional. Menimbulkan tanda tanya, ini ada apa," katanya saat dihubungi Akurat.co, Minggu (3/3/2024).
Menurut Lili Romli, lonjakan perolehan suara secara tiba-tiba tersebut bukan lagi anomali, melainkan pasti ada pihak-pihak tertentu yang bekerja secara diam-diam untuk mendorong PSI masuk parlemen.
Baca Juga: Ledakan Suara PSI Buat Orang Terheran-heran, BRIN: Kenaikan Suara Mendadak Ini Cukup Aneh
"Ini bukan hanya anomali tapi bisa jadi ada tangan-tangan tidak terlihat yang bekerja," bebernya.
Menurut Lili Romli, KPU harus segera menulusuri hal itu. Sebab, menimbulkan kecurigaan dari banyak pihak.
"Kecurigaan itu perlu ada penelusuran dan KPU menjelaskan secara transparan tentang lonjakan suara tersebut," tandasnya.
Diketahui, berdasarkan data Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU per hari ini pukul 11.00 WIB, perolehan suara PSI menyentuh 2.403.086 atau 3,13 persen.
Dari 65,80 persen suara yang masuk ke KPU, PSI makin mendekati parliamentary threshold empat persen sebagai syarat untuk memperoleh kursi di Senayan.
Baca Juga: PSI Tanggapi Pernyataan Romahurmuziy: Lebih Elok Bawa Bukti ke Bawaslu, Bukan Ngoceh di Medsos
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







