Kemenpora Dorong 15 Persen Anggota Parlemen dari Anak Muda

AKURAT.CO Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Asrorun Niam Sholeh, mengakui tren partisipasi generasi milenial di pemilu 2024, naik drastis dibanding pemilu sebelumnya.
Besarnya antusiasme anak muda untuk berperan di pemilu legislatif 2024, memberi harapan akan hadirnya wajah baru parlemen Indonesia.
Baca Juga: NasDem Minta Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen: Supaya Jangan Terlalu Banyak Parpol
"Kita bisa melihat angka pemilih dan partisipasinya untuk 2019 dan 2024. Tahun ini tingkat partisipasi pemilih yang didominasi anak muda naik signifikan," kata Asrorun dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Nanti Kita Cerita Tentang Anak Muda di Parlemen', Sabtu (9/3/2024).
Dia mengatakan, para kontestan yang terlibat di Pemilu 2024 menyadari betul anak muda sebagai pemilik suara mayoritas di pemilu, yakni mencapai 55 persen.
"Jika dilihat selama kampanye, hiruk pikuk di media sosial itu konten dan substansinya sangat milenial. Ini berarti yang disasar memang bukan orang tua, tapi anak-anak muda. Ini yang mampu mendongkrak partisipasi mereka," ujarnya.
Bukan hanya dari sisi pemilih, ekspansi anak muda juga terlihat dari nama-nama calon legislator yang disetor ke KPU.
"Data kami yang terbanyak itu 309 orang dari partai Garuda. Kalau partai-partai besar ada PKB 59 orang, Gerindra 93 orang, PDI-P 42 orang, Golkar 26 orang, Nasdem 52 orang, PKS 43 orang, PPP 58 orang. Tapi kita belum tahu, berapa yang akan lolos," imbuhnya.
Kehadiran legislator milenial diharapkan menjadi darah baru bagi parlemen, yang selama ini dikuasai politikus senior. Dengan bergabungnya politisi senior dan anak muda, maka akan mempercepat proses alih generasi.
Ke depan, Asrorun menunggu ada regulasi yang semakin mengafirmasi keterwakilan anak muda dalam pemilu.
Baca Juga: Isu PDIP Terbelah di Parlemen Soal Hak Angket Ditepis Hasto
"Kalau untuk perempuan kan sudah diatur keterwakilan minimal 30 persen. Nah idealnya juga perlu ada pengaturan anak muda dibawah usia 30 tahun, misalnya 10 hingga 15 persen dari total kuota. Mungkin usulan ini bisa dititipkan pada caleg muda yang terpilih," tutur Asrorun.
Dia berharap anak muda tidak lagi terlena dengan jargon 'pemimpin masa depan', yang malah membuat mereka makin jauh dari partisipasi politik.
"Selama ini mereka dininabobokan orang tua yang menyatakan anak muda adalah pemimpin masa depan. Jadi antri terus, sampai habis masa mudanya. Saat muda dimanfaatkan orang tua, saat tua jatahnya diambil alih anak muda," kelakar Asrorun mengakhiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







