Pakar Yakin Megawati Dukung Hak Angket, Bukan Pemakzulan
Atikah Umiyani | 16 Maret 2024, 17:25 WIB

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo meyakini bahwa PDI Perjuangan masih konsisten mendukung bergulirnya hak angket DPR untuk mengusut dugaan kecurangan pemilu 2024.
Bahkan, Karyono meyakini dukungan itu juga datang dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Meskipun tidak berbicara secara langsung, namun menurutnya sikap Megawati sangat jelas mendukung angket.
Hal itu ditegaskan Karyono menepis kecurigaan publik atas sikap PDIP yang lambat bereaksi dalam menggulirkan hak angket. Dia meyakini bahwa PDIP mendapat dukungan Megawati terkait hak angket.
"Menurut saya, Bu Mega jelas akan mendukung hak angket, tapi hak angket itu hanya digunakan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif," kata Karyono kepada Akurat.co, Sabtu (16/3/2024).
Karyono mengatakan, Megawati hanya mendukung hak angket yang murni ditujukan untuk mengungkap kecurangan pemilu, bukan untuk maksud lain seperti pemakzulan Presiden Joko Widodo.
"Bu Mega membatasi itu, Bu Mega mewanti-wanti itu kan, artinya kan setuju (pada angket), artinya Bu Mega melihat ada wacana soal pemakzulan kan semakin menguat, jadi Ibu Mega membatasi. Menurut saya itu sikap yang negarawan," ujarnya.
Meskipun hembusan wacana pemakzulan adalah bagian dari hak berdemokrasi, namun Karyono meyakini bahwa Megawati tidak ingin hal itu terjadi pada Jokowi.
"Tapi tidak bisa dilarang juga, wacana pemakzulan itu, karena itu hak kebebasan berpendapat, itu juga bagian dari demokrasi," pungkasnya.
Sebagai informasi, hingga saat ini, belum ada upaya serius dari fraksi-fraksi dalam pemenuhan syarat-syarat untuk mengajukan hak angket di DPR. Baik dari pengumpulan tanda tangan anggota maupun pemenuhan berkas-berkas administrasi lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




