Soal Pembagian Menteri, AHY Tidak Ingin Menuntut Prabowo: Beliau Punya Niat Bersih dan Terbuka
Atikah Umiyani | 28 Maret 2024, 10:53 WIB

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku tidak ingin menuntut capres terpilih, Prabowo Subianto terkait dengan pembagian kursi menteri.
AHY menegaskan, dirinya akan menghormati siapapun yang nanti akan dipilih Prabowo untuk menjadi pembantu dalam pemerintahannya kelak.
"Kami tidak ingin, pertama menuntut yang lain-lain, kami sendiri tentunya menghormati karena beliau adalah seorang pemimpin yang punya komitmen," kata AHY di Jakarta, dikutip Kamis (28/3/2024).
AHY percaya, pada akhirnya Prabowo akan mengambil keputusan yang tepat. Hal ini tidak terlepas dari niat baik Prabowo yang terus membangun komunikasi terbuka dengan Demokrat mengenai hal tersebut.
"Itu yang kami pegang adalah komitmen dan tentunya beliau juga dengan niat yang bersih dan terbuka untuk terus berkomunikasi dengan kami Partai Demokrat," ucapnya.
AHY juga mengakui, sebelumnya Prabowo sudah meminta dirinya untuk menyiapkan kader terbaik dari Demokrat untuk duduk di pemerintahan.
"Tentunya saya sendiri memang pernah diminta oleh beliau untuk mempersiapkan kader-kader terbaik Partai Demokrat untuk membantu beliau di kabinet," tuturnya.
Namun AHY menegaskan, dirinya tak mau mencampuri urusan tersebut, karena merupakan hak prerogratif Prabowo sebagai presiden terpilih. Dia yakin, sosok yang dipilih Prabowo adalah sosok yang punya kapasitas dan kapabilitas di bidangnya.
"Saya tidak ingin membuat polemik-polemik yang tidak perlu, yang jelas saya dan kami keluarga besar Partai Demokrat sangat menghormati pak Prabowo sebagai presiden terpilih yang pada saatnya secara resmi akan memiliki hak prerogatif untuk menentukan jajaran pembantunya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







