Selalu Rugikan Prabowo-Gibran, Hotman Curiga kepada 2 Hakim MK Ini Sejak Awal
Atikah Umiyani | 22 April 2024, 18:20 WIB

AKURAT.CO Anggota Tim Hukum Pembela Prabowo-Gibran, Hotman Paris, tidak heran dengan adanya sejumlah hakim yang akan mengambil sikap dissenting opinion terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).
Hotman mengaku, sudah mengendus dari awal bahwa ada beberapa hakim yang akan mengambil sikap dissenting opinion atau pendapat berbeda.
Hotman mengatakan, kecurigaan itu muncul karena sejumlah hakim tersebut kerap mencecar pertanyaan yang berpotensi akan merugikan pihak Prabowo-Gibran.
"Sejak awal pemeriksaan saksi dan bukti saya curiga kepada dua hakim. Saya selalu bisik-bisik kenapa itu orang kalau ada bukti yang kira-kira menguntungkan 01dan 03, langsung dicecar kalau itu merugikan 02," kata Hotman di MK, Jakarta, Senin (22/4/2024).
Dari tiga hakim yang menyatakan dissenting opinion, dua diantaranya yang sudah Hotman curigai dari awal adalah Saldi Isra dan Enny Nurbaningsih.
"Saya dari awal sudah mengatakan pasti nanti ini akan disenting, yaitu Prof Enny Nurbaningsih dan Saldi Isra, dari awal persidangan saya sudah mengatakan pasti dissenting," ucapnya.
Hotman kemudian mengambil salah satu contoh kecurigaannya yaitu pada saat dua hakim tersebut berpendapat soal bansos dalam proses persidangan.
"Yang aneh lagi pendapatnya Profesor Enny adalah dia mengatakan dia tidak melihat Bansos itu di APBN, ini bener-bener aneh banget itu orang. Iya bener loh, dia bilang begitu tadi. Dia tidak melihat ada bansos di APBN ya kan," ujarnya.
"Yang kedua, Saldi Isra mengatakan bahwa memang Bansos itu ada tapi dia bilang sangat masif menjelang pemilu," sambung Hotman.
Seperti diketahui, ada tiga hakim yang mengambil sikap dissenting opinion terhadap putusan MK terkait sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Tiga hakim tersebut diantaranya Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, dan Arief Hidayat.
Adapun, tiga hakim tersebut berpendapat bahwa semestinya MK mengabulkan sebagian permohonan dari dua pemohon untuk diadakannya pemilihan suara ulang di beberapa provinsi dengan mengikutsertakan ketiga paslon yang bersaing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






