Partai Gelora Tolak PKS Gabung Koalisi Prabowo-Gibran, Mardani dan Istri: Takut Disaingi?

AKURAT.CO Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera dan istri, Siti Oniah kompak memberi balasan menohok kepada Sekjen Partai Gelora yang menolak PKS untuk gabung ke dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dalam video yang diunggah Mardani di instagram pribadinya, Siti justru memberi sindiran kepada Partai Gelora yang tidak lolos parliamentary threshold.
Siti menduga, penolakan itu datang karena Partai Gelora takut tersaingi jika PKS berada di dalam koalisi atau pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.
"Aduh ya, dengar berita yang menolak PKS untuk koalisi. Aduh, terima kasih ya, itu partai apa ya? Enggak lolos PT gitu loh, takut disaingi ya, masyaallah tabarakallah. Nol koma sekian loh," kata Siti.
Baca Juga: Sekjen Gelora: Elit dan Massa PKS Terbelah Jika Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Sementara itu, Mardani menegaskan bahwa proposal PKS dengan Ketua Umum Gelora Anis Matta sangat berbeda. Dia menyatakan, sikap partainya lebih condong untuk menjadi oposisi di pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Proposalnya kita sama Mas Anis beda, dan visinya beda. Kalau saya, oposisi, sehat kok, sekalian kita jaga pemerintah biar betul-betul bekerja buat rakyat," kata Mardani.Kalau saya, oposisi, sehat kok, sekalian kita jaga pemerintah biar betul-betul bekerja buat rakyat," kata Mardani.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik menolak PKS untuk bergabung ke dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Salah satu alasannya yaitu karena selama masa kampanye Pilpres 2024, PKS telah melakukan serangan negatif secara masif kepada Prabowo-Gibran, bahkan ke Presiden Joko Widodo.
"Seingat saya selama proses kampanye, di kalangan PKS banyak muncul narasi sangat ideologis dalam menyerang sosok Prabowo-Gibran," kata Mahfuz kepada wartawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








