Gagasan Bamsoet Soal Rekonsiliasi Nasional Dicap Ide Sontoloyo
Atikah Umiyani | 24 Mei 2024, 16:10 WIB

AKURAT.CO Rencana Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk menggelar acara rekonsiliasi nasional antara kubu 01, 02, dan 03 dicap sebagai suatu gagasan yang sontoloyo.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menilai, rekonsiliasi adalah strategi pengelabuan bagi pihak-pihak yang kalah dan menang demi meraih kekuasaan.
"Rekonsiliasi itu kamuflase untuk orang yang kalah atau yang menang, sama-sama ngejar kekuasaan," kata Ray saat dihubungi, Jumat (24/5/2024).
Baca Juga: Bamsoet: Mengumpulkan Megawati, SBY, dan Jokowi dalam Presidential Club Jadi Tantangan Prabowo
Ray mengatakan, semestinya rekonsiliasi berjalan secara natural, dengan tetap memertegas posisi antara pihak yang kalah dan yang menang.
"Rekonsiliasi itu bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing aja, yang kalah oposisi, yang menang berkuasa, itulah rekonsiliasinya. Jadi cara pandang Pak Bambang itu sontoloyo, enggak ditemukan di negara demokratik," ujarnya.
Sebaliknya, Ray menilai demokrasi tidak lagi dianggap penting jika semua kekuatan menginginkan bergabung dalam satu barisan dalam kekuasaan yang akan datang.
"Kalau kita enggak mau memertegas siapa yang mengawasi, siapa yang diawasi, berarti demokrasi itu enggak terlalu penting, kembali ke negara kerajaan aja semua, itu pandangan sontoloyo," ucapnya.
Ray menegaskan, sejatinya rekonsiliasi adalah suatu bentuk gotong royong di antara semua pihak yang berbeda, baik yang ada di luar maupun di dalam pemerintahan.
"Rekonsiliasi harus seolah-olah berada dalam satu barisan, tidak, rekonsiliasi itu, gotong royong itu dibutuhkan karena kita berbeda," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menyebut akan membuat acara rekonsiliasi nasional antara kubu 01, 02, dan 03. Acara tersebut, dia gagas bersama mantan politisi PDIP Maruarar Sirait.
"Kami bersama Mas Ara juga sedang menyiapkan sebuah gagasan rekonsiliasi nasional. Bagaimana kita mempertemukan dalam suatu forum diskusi yang hangat, bicara tentang bangsa dan negara antara 01, 02, dan 03 dalam waktu dekat ini," kata Bamsoet di acara 'Tribute to Bang Akbar Tandjung' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (19/5/2024).
Baca Juga: Airlangga Belum Kantongi Dukungan SOKSI Jelang Munas Golkar, Bamsoet: Tanyakan ke Ketua Umum
Menurut Bamsoet, acara tersebut bisa menjadi wadah bagi pemerintah ke depan untuk mempererat persatuan agar lebih mudah dalam menghadapi tantangan.
"Tantangan ke depan bangsa ini sangat berat, sehingga perlu kekompakan, kegotongroyongan dan saling memahami, saling mendukung satu sama lain antara Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan presiden hari ini, Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya menjadi satu dalam membangun bangsa dan negara ke depan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








