Ahok Potensial Maju di Pilkada Jakarta, PDIP Rugi Kalau Usung Anies

AKURAT.CO Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai tidak akan dapat untung jika mengusung mantan calon presiden, Anies Baswedan, di Pilkada Jakarta 2024. Sebab, PDIP mempunyai kader potensial yang sebanding dengan Anies, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Aneh kalau PDI mau mengusung Anies sebagai calon gubernur, dalam kondisi di mana padahal mereka bisa head to head, yaitu Ahok," kata Pengamat Politik, Ray Rangkuti, kepada Akurat.co, Jumat (26/7/2024).
"Lalu PDI dapat apa kalau mengusung Anies? Ya enggak dapat apa-apa juga. Karena Anies itu kelihatan orang PKS, orang NasDem, paling jauh sedikit PKB. Lalu PDIP dapat apa? Kagak dapat apa-apa," tambah Ray.
Baca Juga: Sebenarnya Elektabilitas Anies Baswedan Belum Sentuh 50 Persen
Menurutnya, arus bawah PDIP yang meminta DPP segera mengusung Anies dikarenakan adanya wacana Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, maju di Pilkada Jakarta.
Namun, karena elektabilitas Kaesang sampai saat ini belum naik juga, maka kemungkinan besar Kaesang akan maju di provinsi lain.
"Nah saya kira desakan itu karena nama Kaesang muncul buat Jakarta. Sekarang kan potensi Kaesang itu tinggal cuma berapa persen di Jakarta itu, sudah sangat kecil," tuturnya.
Turunnya elektabilitas Kaesang tersebut juga dinilai menguntungkan bagi PDIP, sebab akan sangat memungkinkan bagi Ahok untuk menang.
"Ahok belum apa-apa sudah 20 persen. Anies sudah kerja bertahun-tahun, lima tahun lamanya, dapatnya masih 30 persen. Artinya secara politik masih seimbang tuh kedua nama itu. Kalau PDI ke Anies Baswedan ya ndak ada lagi, kotak kosong sudah Jakarta itu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






