Bakal Dipakai di Pilkada Serentak, KPU Diminta Perbaiki Sirekap

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta untuk memperbaiki sistem informasi rekapitulasi (Sirekap), yang akan digunakan sebagai alat bantu dalam menghitung perolehan suara untuk Pilkada Serentak 2024.
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan Sirekap harus bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan Pilkada yang jujur adil dan transparan. Terlebih, Sirekap sudah dibuat menggunakan anggaran yang besar.
Baca Juga: KPU Gunakan Sirekap Lagi, DPR Sebut Pemborosan Jika Tanpa Perbaikan
"Suka tidak suka Sirekap yang sudah dibuat untuk Pilpres kemarin harus dilanjutkan di Pilkada," kata Ujang saat dihubungi Akurat.co, Senin (7/10/2024).
Kendati demikian, Doktor (S3) Ilmu Politik Universitas Indonesia itu tidak menutup mata terkait kendala Sirekap yang sempat menuai masalah saat gelaran Pilpres Februari lalu. Oleh karena itu, dia meminta KPU untuk memperbaiki sistem agar terhindar dari kesalahan data.
"Ketika banyak masalah pada Pilpres dan Pileg yang lalu, maka saat digunakan kembali pada Pilkada kali ini harus hati-hati. Harus betul-betul menjaga kinerja dengan menghadirkan Sirekap yang baik," sambungnya.
Selain itu, dia meminta masyarakat dan stakeholder untuk sama-sama mendukung kinerja KPU sebagai penyelenggara pemilu. Untuk itu tugas yang paling tepat ialah mengawal suara rakyat jika terdapat kekeliruan.
"Yang harus dipikirkan adalah bagaimana memaksimalkan penggunaan sistem itu untuk membantu pelaksanaan pilkada maupun pemilu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







