Meutya Hafid: Prabowo Ingin Menteri di Kabinetnya Bisa Bekerja dengan Cepat

AKURAT.CO Politisi Partai Golkar, Meutya Hafid, membagikan isi arahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam momen pembekalan calon menteri di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Rabu (16/10/2024).
Dalam sesi pembekalan yang berlangsung dari pagi hingga malam, Meutya menekankan bahwa Prabowo meminta kabinetnya untuk bekerja dengan cepat dan mengedepankan kolaborasi.
“Intinya, Pak Presiden mengingatkan agar kita semua dapat bekerja cepat, baik, dan dalam tim,” ujarnya di Hambalang.
Baca Juga: Simak Harga iPad 7 Mini dan Spesifikasi Lengkapnya
Meutya menambahkan, Prabowo menyadari tantangan berat yang dihadapi Indonesia ke depan, sehingga pemerintahan mendatang diharapkan bisa beroperasi secara efektif dan efisien.
“Kerja cepat dan bersama dengan baik itu sangat penting, karena tantangan ke depan akan sangat berat, untuk itu kita semua harus bergerak dengan cepat,” tuturnya.
Sementara itu, Menko bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga memberikan komentar mengenai strategi pemerintahan Prabowo yang akan datang.
“Iya, tadi kita membahas strategi, dan dalam strategi tentu banyak hal penting yang harus dilakukan pemerintah ke depan,” kata Airlangga di lokasi yang sama.
Baca Juga: Sopir Truk Kontainer Diamankan Usai Nekat Lawan Arah di Tanjung Priok: Saya Mohon Maaf
Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, mengungkapkan, Prabowo menekankan pentingnya penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang harus sepenuhnya dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat.
“Intinya, presiden terpilih memberikan arahan kepada kami semua untuk membantu beliau. Namun, pesan yang paling mendalam adalah bahwa APBN harus benar-benar digunakan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat,” kata Supratman.
Selain itu, Prabowo juga menginstruksikan para menteri untuk memperkuat koordinasi antar-kementerian guna memastikan setiap pos kementerian berjalan dengan baik, sejalan dengan visi dan misi presiden.
“Kami diberi arahan untuk bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, serta saling berkoordinasi dalam menjalankan visi dan misi presiden. Hal itu yang ditekankan oleh Bapak Presiden terpilih,” lanjutnya.
Baca Juga: Arahan Prabowo kepada Calon Menteri: APBN Harus Digunakan untuk Kesejahteraan Rakyat
Supratman juga menyoroti beberapa poin penting lainnya dari arahan Prabowo, termasuk fokus pada kemandirian pangan dan ketahanan energi sebagai prioritas utama pemerintah ke depan.
“Yang paling berkesan adalah pengarahan dari presiden terpilih mengenai bagaimana kita melaksanakan program untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan,” ujarnya.
“Selain itu, menyangkut soal energi dan air. Presiden terpilih menegaskan bahwa apapun yang terjadi, beliau meminta kepada kami semua untuk tidak memanfaatkan APBN untuk kepentingan pribadi,” tambah Supratman.
Arahan dari Prabowo Subianto ini menegaskan komitmen pemerintah yang baru dalam memastikan anggaran negara digunakan secara bijak dan tepat sasaran, demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






