Antusiasme Warga Sambut Prabowo di Salat Id dan Open House Jadi Bukti Kecintaan Rakyat

AKURAT.CO Antusiasme masyarakat yang ingin menyalami Presiden Prabowo Subianto saat salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Jakarta, menjadi bukti nyata kecintaan rakyat terhadap Kepala Negara.
Hal ini disampaikan Direktur Indonesian Political Review (IPR), Iwan Setiawan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/4/2025).
Menurutnya, sambutan hangat warga membantah narasi negatif yang berkembang di media sosial, khususnya di platform X (Twitter).
"Antusias warga menyambut dan ingin menyalami Presiden Prabowo Subianto saat salat Idulfitri di Masjid Istiqlal membuktikan bahwa narasi atau realitas yang seakan mencekam di media sosial hanya realitas semu. Itu hanya narasi provokatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar Iwan.
Ia juga menegaskan, mereka yang menyebarkan narasi provokatif tersebut harus dihukum berat karena dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Di dunia nyata, lanjut Iwan, rakyat Indonesia menginginkan pemimpinnya tetap sehat dan selamat serta mendambakan kedamaian, bukan konflik atau ujaran kebencian.
Baca Juga: Atasi Kemacetan Arus Mudik, PT JTT Terapkan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
"Melihat antusiasme warga ini juga menggambarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih dicintai rakyat, sangat bertolak belakang dengan yang digambarkan di X," tambahnya.
Lebih lanjut, Iwan berharap kepercayaan dan dukungan rakyat yang besar kepada Presiden dapat menjadi energi bagi pemerintahan untuk bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat.
"Dengan kepercayaan dan cinta rakyat yang besar kepada Presiden, kita berharap ini menjadi dorongan untuk bekerja lebih keras demi kesejahteraan rakyat," tutupnya.
Sebelumnya, masyarakat juga menunjukkan antusiasme tinggi saat menghadiri open house Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Banyak warga dari berbagai daerah datang untuk bersalaman langsung dengan Kepala Negara.
Salah satunya adalah Nenek Asnayani, 65 tahun, warga Tanah Bengkulu, Sumatra, yang datang bersama adiknya yang juga sudah lanjut usia.
Mereka sengaja datang ke Jakarta untuk melaksanakan salat Idulfitri dan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
"Saya sengaja datang ke Jakarta untuk bisa salaman dengan Pak Prabowo," ujar Asnayani di Istana Negara, Senin (31/3/2025).
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia belum pernah datang ke Jakarta. Dengan modal seadanya, ia dan adiknya bertekad untuk tiba di Istana Negara demi bertemu Presiden.
"Saya estafet ke sini naik kereta, kapal laut, lalu lanjut kendaraan umum. Saya belum pernah ke sini, ingin tahu seperti apa Jakarta dan bertemu langsung dengan Presiden," katanya.
Asnayani juga berharap bisa menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo mengenai keinginannya mendapatkan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
"Saya mau minta PKH dan bansos seperti tetangga yang lain. Banyak lansia dan janda tua di kampung saya yang mendapat bantuan, tapi saya tidak. Saya mau minta langsung ke Pak Prabowo," tegasnya.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran, Polri Berlakukan One Way pada 6 April 2025 di Tol Kalikangkung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









