Ada Operasi Politik di Balik Serangan ke Jokowi untuk Lemahkan Posisi Gibran

AKURAT.CO Serangan bertubi-tubi yang ditujukan kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menjadi tanda bahwa ada pihak yang coba untuk melemahkan Gibran Rakabuming Raka dari posisi Wakil Presiden RI.
Diketahui, banyak serangan yang dialamatkan kepada Jokowi. Salah satunya mengenai tudingan ijazah palsu yang kini tengah berlanjut ke proses hukum.
Diduga, ada segelintir pihak yang tidak ingin posisi Gibran semakin kuat. Oleh karena itu, banyak operasi politik yang dilakukan guna melemahkan legitimasi dan stabilitas keluarga Jokowi.
Baca Juga: Prabowo Utus Jokowi Hingga Natalius Pigai Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus
"Tapi sebetulnya ada kepentingan besar. Kepentingan besar ini apa? ada kelompok yang tidak ingin Mas Wapres Gibran itu stabil apalagi makin kuat di dalam posisinya sebagai Wakil Presiden," ucap Pengamat Politik, Boni Hargens, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Boni menjelaskan, serangan tersebut juga tanda bahwa sengitnya persaingan kursi cawapres untuk di Pilpres 2029. Dia menyebut, banyak pihak yang sudah melirik untuk menjadi pendamping Presiden Prabowo Subianto untuk periode selanjutnya.
"Dan yang kedua, ada kelompok yang sudah melirik jabatan Wakil Presiden di 2029. Sehingga tentu saja mereka sekarang bekerja untuk menghancurkan Jokowi dalam rangka melemahkan posisi posisi tawar dari Mas Wapres Gibran di dalam kancah politik ini menuju 2029," ujarnya.
Kelompok-kelompok tersebut, berasal dari latar belakangan yang beragam. Ada kelompok yang murni pragmatis untuk merebut posisi Wapres, namun ada juga kelompok pendendam, yang merupakan barisan sakit hati akibat beberapa kebijakan besar yang dilakukan Jokowi.
"Seperti pembubaran Ormas, terus kemudian juga ada kelompok yang menuding kekalahan di Pilpres itu sebagai rekayasa politik dari pemerintah pada saat itu dan seterusnya," ucap Boni.
Baca Juga: Prabowo Tidak Terganggu Menterinya Sowan ke Jokowi, Semua Solid Tanpa Terpengaruh Isu Matahari Kembar
"Jadi kelompok barisan-barisan sakit hati ini, kemudian mengkristal jadi satu gugus politik baru. Dan mereka terus secara konsisten menekan Pak Jokowi, menyudutkan keluarga Pak Jokowi," sambungnya.
Boni menegaskan, operasi politik tersebut semata-mata ditujukan untuk menghancurkan citra politik Jokowi dan generasi pelanjutnya. Sehingga, hal ini juga akan mengganggu karir politik keluarga Jokowi kedepannya.
"Karena sasarannya adalah bagaimana menghancurkan citra Pak Jokowi dan legacy politiknya. Supaya masa depan politik dari anak-anak Pak Jokowi itu juga ikut terganggu. Kan itu aja sebetulnya," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







