AKURAT.CO Program Trisula Presiden Prabowo Subianto berpotensi menjadi terobosan strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan, menilai, keberhasilan program sangat bergantung pada pelaksanaan yang bersih dan bebas dari penyelewengan.
“Saya optimistis, program ini akan efektif jika dijalankan sesuai rencana dan minim penyelewengan, baik itu korupsi maupun bentuk penyimpangan lainnya,” ujar Iwan saat dihubungi Akurat.co, Minggu (13/7/2025).
Program Trisula yang dimaksud terdiri dari Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, dan Koperasi Merah Putih.
Ketiganya, menurut Iwan, menyasar langsung akar permasalahan kemiskinan struktural yang selama ini membelenggu jutaan warga Indonesia.
Iwan secara khusus menyoroti pentingnya Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis dalam menyelamatkan generasi muda dari lingkaran kemiskinan.
“Saya sangat sepakat, anak-anak dari keluarga miskin itu harus dibuatkan sekolah khusus seperti ini. Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan mereka selain lewat pendidikan yang memang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan dari orang tuanya,” tegasnya.
Baca Juga: Trisula Prabowo Jadi Langkah Nyata Menuju Pemerataan, Golkar Siap Kawal
Ia menilai Sekolah Rakyat dapat menjadi media transformasi sosial dengan menjauhkan anak-anak dari budaya kemiskinan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Mereka harus dipisahkan dari budaya kemiskinan yang diwariskan lewat lingkungan keluarganya. Sekolah Rakyat diharapkan mampu melakukan itu,” tambahnya.
Terkait program Cek Kesehatan Gratis, Iwan menyebut kebijakan ini sangat relevan untuk menjangkau masyarakat miskin yang selama ini sulit mengakses layanan dasar kesehatan.
“Program ini bisa menjadi oase bagi masyarakat miskin yang bahkan kesulitan untuk sekadar memeriksakan kesehatannya. Pemerintah juga bisa melakukan deteksi dini terhadap penyakit-penyakit yang mengintai warga,” ujarnya.
Sementara itu, Koperasi Merah Putih dinilai sebagai solusi untuk mendobrak ketergantungan masyarakat pedesaan pada pinjaman daring ilegal dan rentenir.
“Kita harapkan koperasi ini bisa mempermudah masyarakat desa dalam mengakses modal usaha, serta memutus ketergantungan pada pinjol dan rentenir yang mencekik,” kata Iwan.
Meski potensinya besar, Iwan menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan Program Trisula ada pada komitmen pemerintah dan sistem pengawasan yang kuat.
“Untuk menjalankan program-program ini dibutuhkan komitmen dan integritas tinggi dari penyelenggara. Pemerintah juga harus membangun sistem evaluasi dan pengawasan yang ketat agar seluruh program berjalan sesuai harapan dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Baca Juga: Program Trisula Prabowo Harus Transparan dan Berkelanjutan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










