Akurat Logo

Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?

Nurma Nafisa Faradilla | 18 Agustus 2026, 11:25 WIB
Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
Demo BEM UI di Bundaran HI. - Akurat.co

AKURAT.CO Demo hari ini di Bundaran HI digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Selasa (18/8/2026). Aksi tersebut dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, dan membawa delapan tuntutan yang berkaitan dengan persoalan ekonomi, pemerintahan, agraria, kebijakan nasional hingga keterlibatan aparat di ruang sipil.

Aksi BEM UI bertajuk #MerebutKemerdekaan ini berlangsung sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Massa mahasiswa dijadwalkan berangkat dari kampus UI di Depok sekitar pukul 11.00 WIB dan memulai aksi di Bundaran HI sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga: Panlok Muktamar NU ke-35 Siapkan Pijat Gratis bagi Muktamirin

BEM UI Pertanyakan Makna Kemerdekaan

BEM UI menilai momentum sehari setelah perayaan kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untuk menyuarakan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Melalui seruan aksinya, BEM UI menyampaikan bahwa kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan. Menurut mereka, kemerdekaan juga berkaitan dengan terpenuhinya hak masyarakat, kebebasan menyampaikan aspirasi, serta terjaminnya ruang hidup rakyat.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengatakan aksi tersebut bukan sekadar bagian dari peringatan HUT ke-81 RI. Mahasiswa turun ke jalan untuk mempertanyakan sejauh mana makna kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.

BEM UI juga menyoroti persoalan yang mereka nilai masih terjadi, mulai dari dugaan ketimpangan dalam penegakan hukum, persoalan lapangan kerja, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, hingga kebijakan ekonomi yang dinilai dapat mengurangi kedaulatan negara.

Dalam seruan tersebut, BEM UI menyebut persoalan yang dihadapi Indonesia bukan hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga menyangkut persoalan kedaulatan.

8 Tuntutan BEM UI dalam Demo di Bundaran HI

Berikut delapan tuntutan yang dibawa BEM UI dalam demo hari ini di Bundaran HI.

1. Hentikan Penjajahan Negara atas Rakyat Sendiri

Tuntutan pertama BEM UI adalah menghentikan apa yang mereka sebut sebagai penjajahan negara terhadap rakyat sendiri. Poin ini berkaitan dengan kritik terhadap kebijakan negara yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Pembentukan Satgas Percepat Pelayanan dan Pemenuhan Kebutuhan Warga Terdampak Gempa

2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

BEM UI juga menuntut pemerintah menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Pemberantasan KKN menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi yang digelar di kawasan Bundaran HI.

3. Wujudkan Reforma Agraria Sejati

Tuntutan ketiga berkaitan dengan persoalan agraria. BEM UI meminta pemerintah mewujudkan reforma agraria yang dinilai perlu memberikan manfaat dan perlindungan yang lebih besar bagi masyarakat.

4. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM

Persoalan ekonomi masyarakat turut menjadi perhatian. BEM UI menuntut adanya penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak atau BBM.

Tuntutan tersebut berkaitan dengan daya beli masyarakat yang menjadi salah satu isu penting dalam kehidupan sehari-hari.

5. Evaluasi Total PSN serta Hentikan MBG dan KDMP

BEM UI meminta pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).

Selain itu, mereka menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kedua program tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah yang disoroti dalam aksi mahasiswa.

6. Hentikan Pemusatan Kekuasaan dan Kembalikan Otonomi Daerah

Tuntutan berikutnya berkaitan dengan hubungan pemerintah pusat dan daerah. BEM UI meminta penghentian pemusatan kekuasaan serta menyoroti pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).

Mereka juga meminta agar otonomi daerah dikembalikan sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang dinilai lebih memberikan ruang bagi daerah.

7. Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Sumatra dan Flores

BEM UI juga membawa isu kebencanaan dalam aksi tersebut. Mereka meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat proses pemulihan daerah yang terdampak bencana.

Tuntutan ini menempatkan penanganan dan pemulihan pascabencana sebagai salah satu agenda yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

8. Hentikan Represivitas dan Intervensi TNI-Polri di Ruang Sipil

Tuntutan terakhir berkaitan dengan keterlibatan aparat dalam ruang sipil. BEM UI meminta pemerintah menghentikan tindakan represif serta intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil.

Selain itu, BEM UI juga memasukkan tuntutan pembubaran YON TP dalam poin kedelapan tersebut.

Baca Juga: Kalender Jawa 18 Agustus 2026: Watak Weton Selasa Pahing, Santai dan Suka Menolong

Dengan delapan tuntutan yang dibawa, aksi ini menjadi bentuk penyampaian aspirasi BEM UI terkait berbagai persoalan yang mereka nilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah.

Bagi masyarakat yang akan melintas di kawasan Bundaran HI dan sekitarnya, keberadaan massa aksi juga berpotensi memengaruhi arus lalu lintas sehingga pengguna jalan perlu memperhatikan perkembangan situasi di lapangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.