Genap Berusia 11 Tahun, PSI Berkomitmen untuk Terus Berevolusi

AKURAT.CO Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memasuki usia ke-11 pada 16 November lalu. Usia politik yang masih belia, namun sarat dinamika.
Dari bunga mawar ke lambang gajah, dari kritik publik hingga tafsir miring tentang jati diri, PSI menandai perayaan ulang tahunnya dengan satu tekad, yaitu merapikan langkah dan merapatkan telinga pada suara rakyat.
Sekretaris Wilayah DPW PSI Jakarta, Geraldi Ryan Wibinata, mengingat fase perjalanan partainya. Dia menegaskan, perubahan simbol bukan sekadar perkara visual, tetapi refleksi atas kritik masyarakat yang sering melihat dari luar, dari pemberitaan yang sepihak.
Baca Juga: Masih Berbau Menyengat, Fraksi PSI DPRD Jakarta Kritisi Uji Coba RDF Rorotan Tak Kunjung Berhasil
Dia mengatakan, ada beberapa kritik yang perlu diluruskan. Salah satunya anggapan bahwa PSI telah menjauh dari identitasnya sebagai partai anak muda.
"PSI berdiri tahun 2014. Sekarang 2025. Ya jelas umurnya bertambah. Tapi apakah itu berarti tak muda lagi?" kata Geraldi dikutip dari Podcast Teman-Teman Gajah, Selasa (18/11/2025).
Di Jakarta sendiri, pucuk pimpinan PSI justru masih diisi wajah segar dan pemikiran baru. Elva Farhi Qolbina sebagai Ketua DPW dan Geraldi sendiri sebagai Sekwil PSI Jakarta.
Elva yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Jakarta dan dirinya merupakan cerminan tekad PSI, untuk tetap memberi ruang strategis bagi generasi muda menentukan arah partai.
"Semua parpol menjual aspek anak muda. Semua punya sayap muda, semua punya program muda. Artinya, gelanggangnya kini penuh. PSI harus berevolusi," tutur Geraldi.
Bagi PSI, evolusi berarti memperdalam pemahaman terhadap aspirasi anak muda, bukan sekadar mengulang jargon yang ramai dipakai. Kehadiran Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum pun dianggap sebagai energi tambahan.
Baca Juga: PSI Terlalu Sibuk dengan Gimik, Minim Ideologi dan Program untuk Publik
"Sosok yang diharapkan mampu merapatkan lagi PSI dengan denyut kehidupan anak muda, mulai dari keresahan sederhana sampai mimpi besar tentang perbaikan kualitas hidup," pungkasnya.
Kini memasuki usia ke-11, PSI mencoba menegaskan kembali misinya hadir di tengah kegelisahan publik, menjawab harapan-harapan baru, dan tetap relevan dalam percaturan politik nasional yang terus bergerak.
PSI menyongsong tahun ke-11 dengan pesan yang ingin mereka tegakkan, yaitu menjadi tua bukan soal angka, tetapi soal apakah telinga tetap terbuka dan langkah tetap tegap menghadapi zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








