Idrus Marham Usul Muktamar Segera Digelar untuk Redam Kisruh PBNU

AKURAT.CO Anggota Majelis Penasehat Organisasi (MPO) IKA PMII, Idrus Marham, ikut memberikan usulan terkait dengan kisruh yang berlangsung dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dia menilai, gejolak yang terjadi di tubuh PBNU tidak boleh dibiarkan begitu saja dan menjadi arena perebutan kekuasaan oleh segelintir elite. Oleh karena itu, dia memberi usul jalan tengah sebagai langkah penyelesaian yang konstitusional.
Dia mendorong agar konflik tersebut bisa diselesaikan melalui Muktamar PBNU, dengan mengembalikan penjadwalan yang semula bergeser saat pandemi.
Baca Juga: PBNU Tolak Usulan Kiai Said soal Kembalikan Tambang: Harus Dimanfaatkan untuk Kemaslahatan
Sebagai informasi, Muktamar NU-34 di Lampung sempat mengalami kemunduran jadwal selama 6 bulan akibat Covid. Muktamar tersebut akhirnya berlangsung pada Desember 2021.
"Muktamar Lampung diundur enam bulan karena Covid. Maka, secara logika, sekarang harus dimajukan kembali enam bulan. Artinya, proyeksi muktamar paling lambat Mei–Juni 2026," ujar Idrus di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Dia meyakini, usulan tersebut dapat meredam konflik yang saat ini masih berlangsung di tubuh PBNU. Dia pun berharap dan meminta para pemangku kepentingan, dari kiai sepuh hingga pengurus, untuk menahan diri dari manuver politik yang berpotensi memperlebar jurang perpecahan.
Dia juga mendorong dialog kekeluargaan, transparansi, serta komitmen moral dalam menghadapi dinamika tersebut. Seharusnya, konflik ini menjadi momentum pembenahan dan mengembalikan NU ke rel perjuangan, bukan rel kepentingan.
"Konflik ini jangan sampai merusak kepercayaan publik dan jamaah. NU harus kembali menjadi rumah besar yang mempersatukan umat," ungkapnya.
Baca Juga: PBNU Kubu Gus Yahya Akan Gelar Pleno Tandingan di Gedung PBNU Kramat Raya
Sebagai informasi, kisruh yang berlangsung di tubuh PBNU masih belum mereda. Terbaru, Kepengurusan PBNU di bawah Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akan menggelar rapat pleno tandingan pada 11 Desember 2025 di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta.
Langkah ini diambil menyusul pleno Syuriyah PBNU pada 9 Desember yang dijadwalkan menetapkan penjabat ketua umum menggantikan Gus Yahya. Informasi pleno tandingan itu disampaikan langsung oleh Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla.
"Ketua umum akan menyelenggarakan rapat pleno sendiri pada 11 Desember di PBNU," kata Ulil kepada wartawan, Minggu (7/12/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





