12 Perusahaan Raksasa Dunia Kepincut Indonesia, Ini Kata Prabowo

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ketertarikan sejumlah pemimpin perusahaan investasi global untuk menanamkan modal di Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo usai bertemu dengan 12 perusahaan investasi terbesar dunia di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/2/2026).
Ia menegaskan para pelaku usaha menunjukkan minat dan kepercayaan tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Mereka menyampaikan sangat tertarik dengan Indonesia. Mereka confident, melihat iklim investasi kita membaik terus dan bersikap positif terhadap ekonomi kita,” ujar Prabowo.
Deretan Investor Global Hadir
Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah nama besar dunia investasi, antara lain Todd L. Boehly (CEO Eldridge Industries), Armen Panossian (CEO Oaktree), Matt Harris (BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners), Martin Escobari (General Atlantic), Al Rabil (Kayne Anderson), Neil R. Brown (KKR), Michael Weinberg (Levine Leichtman Capital Partners), Justin Metz (Related Fund Management), Luke Taylor (Stonepeak), Nabil Mallick (Thrive Capital), Jeffrey Perlman (Warburg Pincus), serta Seth Bernstein (Bernstein Equity Partners).
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan total aset kelolaan (asset under management/AUM) dari 12 perusahaan tersebut mencapai sekitar US$16 triliun.
Dalam forum tersebut, Prabowo memaparkan arah kebijakan pemerintah ke depan, termasuk strategi memperkuat iklim investasi serta menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.
“Diskusinya cukup panjang, hampir dua jam dari yang awalnya diperkirakan satu jam, karena sangat fruitful dan produktif,” ujar Rosan kepada media usai pertemuan.
Setelah paparan Presiden, pertemuan dilanjutkan dengan sesi one on one bersama masing-masing perusahaan.
Rosan menjelaskan para investor memberikan sejumlah masukan, mulai dari konsistensi kebijakan, kepastian hukum (rule of law), pengembangan pasar modal, hingga manajemen risiko yang terukur.
Ia juga menyebut para investor menyampaikan apresiasi atas kebijakan ekonomi yang telah dijalankan pemerintah.
Dari diskusi tersebut, muncul potensi kerja sama di berbagai sektor strategis, seperti teknologi, energi terbarukan (renewable energy), infrastruktur, real estate, hingga ekonomi digital.
Selain itu, investor juga menunjukkan minat mendukung pengembangan kewirausahaan dan dunia usaha nasional.
Pertemuan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah menarik investasi global di tengah dinamika ekonomi dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








