Aliansi Gibran Bidik Pembentukan 38 DPW, Jokowi Disiapkan Jadi Dewan Kehormatan

AKURAT.CO Aliansi Gibran (Gerakan Indonesia Berani) terus melakukan konsolidasi untuk memperkuat struktur organisasi di seluruh Indonesia.
Organisasi tersebut menargetkan pembentukan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di 38 provinsi, sebelum mengagendakan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo.
Ketua Umum DPP Aliansi Gibran, Reyhan Restuansyah, mengatakan, saat ini kepengurusan DPW telah terbentuk di 37 provinsi. Dengan demikian, masih tersisa satu provinsi yang ditargetkan segera memiliki kepengurusan untuk melengkapi struktur organisasi di tingkat nasional.
"Melalui target kerja kerangka organisasi, Aliansi Gibran mulai 1 September 2026 sampai 30 Desember 2026, merampungkan struktur di tingkat kabupaten/kota (DPD) seluruh Indonesia. Dan akan terus konsolidasi memperkuat struktural hingga ke tingkat akar rumput," jelas Reyhan, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Setelah struktur DPW di 38 provinsi rampung, Aliansi Gibran berencana melakukan kunjungan ke kediaman Jokowi di Solo.
Pertemuan tersebut akan menjadi bagian dari agenda konsolidasi, sekaligus menyampaikan permintaan agar Jokowi bersedia menjadi dewan kehormatan Aliansi Gibran.
Baca Juga: Budi Arie Minta Maaf: Prediksi Perubahan Politik Sebelum 2029 Tidak Berkaitan dengan Jokowi
"Aliansi Gibran akan berkunjung ke kediaman Pak Jokowi untuk melakukan konsolidasi dan meminta Jokowi menjadi dewan kehormatan di organisasi ini. Dalam waktu dekat kita semua akan ke Solo," kata Reyhan.
Menurutnya, konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah menjadi salah satu prioritas Aliansi Gibran hingga akhir 2026.
Penguatan struktur ditujukan agar organisasi tidak hanya memiliki kepengurusan formal, tetapi juga mampu membangun jaringan hingga tingkat akar rumput.
Selain penguatan struktur, Aliansi Gibran membawa visi untuk mendorong generasi muda yang berkarakter kuat, inklusif, dan memiliki daya saing tinggi.
Misi tersebut antara lain dilakukan dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor ekonomi kreatif, digitalisasi, serta pembangunan daerah yang merata.
Aliansi Gibran juga menyatakan akan ikut mengawal sejumlah kebijakan pemerintah, terutama proyek strategis nasional (PSN) yang berkaitan dengan pemerataan pembangunan, hilirisasi industri, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Prabowo dan Jokowi Akrab, Mensesneg: Memang Akrab, Kadang Disebutnya Bestie
"Aliansi Gibran ini juga ikut mengawal program kebijakan pemerintah terutama proyek strategis nasional yang berorientasi pada pembangunan yang merata, hilirisasi industri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," jelas Reyhan.
Ingin Peran Lebih Jokowi
Ketua Harian DPP Aliansi Gibran, Agung Nugroho, mengatakan, rencana kunjungan ke kediaman Jokowi tidak semata-mata untuk meminta mantan presiden tersebut menjadi dewan kehormatan.
Menurutnya, Aliansi Gibran juga membutuhkan pandangan Jokowi, khususnya terkait dinamika politik dan arah pembangunan Indonesia.
"Pak Jokowi itu masih sangat dicintai rakyat Indonesia. Sosoknya pun masih berwibawa dan kharismatik membawa pesan perdamaian," kata Agung.
Pengalaman Jokowi selama memimpin Indonesia menjadi salah satu alasan Aliansi Gibran ingin mendapatkan pandangan dan pesan politik.
Juga menilai Jokowi memiliki pengalaman dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, termasuk ketika Indonesia menghadapi pandemi Covid-19.
Baca Juga: Poltracking: Evaluasi Program Prioritas Bisa Kerek Kembali Kepuasan Publik Prabowo-Gibran
"Jokowi itu kalau sudah pidato auranya terpancar, tidak suka omon-omon. Selalu membawa data saat menyampaikan kepada masyarakat Indonesia," ujar Agung.
Karena itu, kehadiran Jokowi diharapkan dapat memberikan perspektif sekaligus pesan kepada masyarakat melalui Aliansi Gibran.
Dengan 37 DPW yang telah terbentuk, Aliansi Gibran kini fokus menuntaskan struktur di provinsi terakhir.
"Setelah target 38 DPW tercapai, akan mempersiapkan agenda pertemuan dengan Jokowi di Solo," tambah Agung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







