Riset Evident Institute: Dialog Dua Arah Jadi Kunci Keberhasilan Komunikasi Pemerintah

AKURAT.CO Evident Institute - Lembaga riset independen Evident Institute merilis kajian dua tahun komunikasi pemerintahan Prabowo-Gibran yang menyoroti keberhasilan pendekatan dialog dalam sejumlah kebijakan, sekalipun sebagian warga masih merasakan tekanan ekonomi.
“Evident Institute mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah tetap tinggi, dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut sebagai salah satu program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Head of Research Evident Institute, Antonius Ivan Sudibyo dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, lanjutnya, di tengah capaian ini sebagian warga yang masih merasakan tekanan ekonomi cenderung menyampaikan keluhannya lewat media sosial, sesuatu yang wajar terjadi di negara demokrasi yang menjunjung kebebasan berpendapat.
Baca Juga: Riset Evident: Wamen dan Waka Badan Tak Sekadar Ban Serep
Evident Institute mencatat dua capaian komunikasi pemerintah yang lahir dari dialog panjang dengan banyak pihak. UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang baru disahkan melibatkan pembahasan antara pemerintah, DPR, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha.
Peraturan Presiden tentang pelindungan pengemudi ojek online, yang menaikkan porsi pendapatan pengemudi, juga lahir dari proses dialog dengan pengemudi dan perusahaan aplikator.
Evident Institute menilai kedua regulasi ini menunjukkan bahwa pendekatan dialog dua arah bisa membuahkan hasil yang diterima banyak pihak, dan model semacam ini layak diperluas ke komunikasi kebijakan ekonomi lainnya.
Di luar capaian tersebut, Evident Institute mencatat sebagian dunia usaha, dari sektor manufaktur hingga usaha rintisan (startup), masih menahan rekrutmen karyawan baru di tengah nilai tukar yang berfluktuasi dan pendanaan yang belum semudah sebelumnya.
Sejumlah kredit perbankan yang sudah disetujui juga belum sepenuhnya disalurkan, menandakan sektor riil masih membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.
Pada tingkat rumah tangga, sebagian warga juga tercatat lebih banyak memanfaatkan pinjaman online (pinjol) dan pembiayaan gadai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari ataupun kebutuhan finansial yang sifatnya mendadak.
“Evident Institute menilai kelompok ini perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah, meski jumlah mereka tidak mewakili kondisi masyarakat secara keseluruhan, namun perlu dipikirkan mekanisme jaring pengaman sosial yang mampu menjangkau kelompok ini,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







