Redam Kenaikan Harga, Ingrid Inisiasi Gerakan Budi Daya Cabai di Rumah Warga

AKURAT.CO Calon legislatif (caleg) Partai Demokrat, Ingrid Kansil, punya solusi agar ibu-ibu di rumah tak melulu kesal ketika harga cabai merangkak naik. Di Peringatan Hari Ibu, Ingrid menginisiasi gerakan budi daya cabai dengan memaksimalkan lahan warga.
Hal itu disampaikan Ingrid ketika menyapa warga Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/12/2023). Dalam kesempatan itu, ads tiga hal yang dilakukan Ingrid. Pertama, memperkenalkan diri. Kedua, mendengar aspirasi warga.
"Banyak warga mengeluh harga cabai sangat tinggi. Mereka mengeluh harga cabai belakangan ini tembus Rp120 ribu per kilogram. Naik dua kali lipat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat ini kepada wartawan.
Baca Juga: Cak Imin Enggak Paham SGIE, Gibran Minta Maaf karena Pertanyaannya Sulit
Sebagai ibu rumah tangga, Ingrid paham yang dikeluhkan warga, khususnya emak-emak. Kenaikan harga cabai tentu sangat membebani masyarakat. Terlebih, cabai merupakan salah satu bahan dasar makanan sehari-hari.
"Harga cabai menjadi yang paling banyak dikeluhkan oleh ibu-ibu karena memang harganya naik dua kali lipat. Masyarakat merasa situasi ekonomi ini sangat menghimpit mereka, dimana pemasukan mereka tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari jika harga bahan pokok terus menlambung tinggi," urai Ingrid.
Merespons keluhan tersebut, caleg dari Dapil Jawa Barat VI (Kota Depok dan Kota Bekas) ini menginisiasi gerakan budi daya cabai di rumah sebagai alternatif ketika harga cabai melambung. Maka, agenda yang ketiga adalah memberikan edukasi soal pemanfaatan lahan warga untuk bertanam.
Baca Juga: Membedah OOTD Brand Lokal Prabowo-Gibran di Debat Cawapres, Dukung Usaha Anak Bangsa
Bukan hanya di edukasi, warga juga diberi bibit cabai oleh Ingrid untuk dimanfaatkan di rumah. Ketika masing-masing rumah memiliki tanaman cabai, tentu ketika produksinya menurun karena musim hujan, masyarakat tak begitu risau.
"Saya sampaikan bahwa kita perlu memanfaatkan dan mengoptimalisasi penggunaan lahan pekarangan rumah dengan menanam cabai. Hal ini saya yakini dapat menciptakan ekosistem budi daya cabai dari rumah sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi secara mandiri," pesannya.
Kata Ingrid, inisiasi gerakan budidaya cabai ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan pendapatan masyarakat. Karena tidak menutup kemungkinan, jika tanamannya pesat, masyarakat bisa menjualnya.
"Bahwa upaya sosialisasi dan edukasi pemanfaatan lahan pekarangan dan budidaya cabai secara serentak di setiap RT/RW ini dapat diinisiai di daerah lain. Karena gerakan ini diyakini dapat meredam naiknya harga cabai nasional," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo



