Laporan SGIE Terbaru (2023): Indonesia Naik Peringkat ke 3 Besar

AKURAT.CO Indonesia naik ke posisi 3 besar pemeringakatan ekonomi dan keuangan syariah secara global, di bawah Malaysia dan Arab Saudi, berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2023/ 2024 yang diluncurkan DinarStandard hari ini, Selasa, 26 Desember 2024.
Posisi ini lebih baik 1 peringkat dibanding laporan edisi tahun lalu. Jika dibedah, Indonesia menduduki peringkat ke-7 untuk kategori keuangan syariah, peringkat ke-2 untuk kategori makanan dan minuman halal, peringkat ke-3 untuk kategori fesyen halal, peringkat ke-5 untuk kategori farmasi dan kosmetik, peringkat ke-6 untuk kategori media dan rekreasi. Sementara untuk kategori muslim friendly travel, Indonesia terlempar dari posisi 10 besar.
Dalam sambutannya, CEO dan Managing Partner DinarStandard, Rafi-uddin Shikoh mengatakan dalam 10 tahun terakhir banyak faktor yang mendorong tumbuh kembang ekonomi dan keuangan syariah secara global. Ambil contoh, lagu Insha Allah milik Maher Zein yang dirilis di tahun 2013 telah membawa industri media dan rekreasi halal menjadi mainstream dan telah ditonton lebih dari 200 juta kali di Youtube.
Baca Juga: Laporan SGIE Terbaru Edisi Kesepuluh (2023) Bakal Dirilis Besok
"Di 2014 outlet The Halal Guys viral di AS dan kini telah memiliki lebih dari 100 outlet. Kemudian di 2015 lahir startup modest fashion Modanisa yang disusul Hijup dari Indonesia.Kemudian di tahun 2018 Indonesia merilis green sukuk global terbesar di dunia senilai USD6,9 miliar. Di 2020 kita melihat viralnya Khabib Nurmagomedov, petarung UFC yang kembali membawa nama islam ke dunia. Lalu di 2022 kita melihat Piala Dunia Qatar yang menampilkan nilai-nilai islam dan di 2023 kita melihat banyaknya tantangan termasuk konflik Israel-Palestina," kata Rafi dipantau secara daring, Selasa (26/12/2023).
Meski masih tertinggal dari Malaysia yang menduduki peringkat pertama berturut-turut selama 10 tahun terkahir di SGIE, Indonesia mencatatkan banyak kemajuan di bidang investasi ekonomi dan keuangan syariah sepanjang tahun 2022/2023 lalu.
Di bidang investasi keuangan syariah sepanjang tahun lalu yang mencapai USD14,4 miliar (47 kesepakatan) misalnya, Indonesia mencatatkan transaksi terbanyak dengan 9 kesepakatan termasuk M&A, VC dan PE, menungguli UEA (8 kesepakatan), Malaysia (6 kesepakatan), Pakistan (4 kesepakatan) dan Nigeria (4 kesepakatan). Beberapa kesepakatan tersebut di antaranya oleh Akulaku senilai USD200 juta.
Pun di bidang investasi farmasi yang sepanjang tahun lalu mencapai USD702 juta (22 kesepakanan), Indonesia mencatatkan transaksi terbanyak dengan 6 kesepakatan) mengungguli Mesir (4), Malaysia (3), Maroko (3) dan AS (2). Beberapa kesepakatan tersebut di antaranya oleh Kimia Farma senilai USD119,23 juta. Di kosmetik yang sepanjang tahun lalu investasinya mencapai USD99 juta (7 transaksi), Indonesia memimpin dengan 5 kesepakatan mengungguli Uganda (1) dan India (1). Beberapa kesepakatan tersebut di antaranya oleh Sociolla senilai USD60 juta, Somethinc Beauty senilai USD10 juta, Base senilai USD6 juta dan Youvit senilai USD6 juta.
Lalu di bidang investasi media dan rekreasi yang sepanjang tahun lalu mencapai USD4,9 miliar (14 transaksi), Indonesia memimpin dengan 4 transaksi mengungguli Turki (4), UEA (3), Iran (2) dan AS (1). Beberapa kesepakatan tersebut di antaranya oleh Migo senilai USD20 juta dan TipTip senilai USD13 juta.
Kemudian di bidang investasi makanan dan minuman halal yang sepanjang tahun lalu mencapai USD2,2 miliar (30 kesepakatan), Indonesia memimpin dengan 10 kesepakatan mengungguli UEA (6), Bangladesh (4), Nigeria (3) dan Turki (2). Beberapa kesepakatan tersebut di antaranya oleh Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD) senilai USD410,6 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo









