Kawal Pembangunan Desa Wisata Serangan Bali, Deputi Bappenas Teken MoU

AKURAT.CO Kementerian PPN/Bappenas bersama PT Bali-Kerthi Development Fund, Rumah Zakat, Yayasan Filantra, dan Cause Social Innovation meneken Nota Kesepahaman Bersama (MoU) Pengembangan Desa Wisata Serangan.
Penandatangan tersebut merupakan tindak lanjut Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh dan Sejahtera serta Masterplan Pengembangan Desa Wisata Serangan.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan MoU ini menunjukkan keberpihakan Bappenas untuk terus mengawal rencana aksi pemulihan ekonomi jangka pendek dan transformasi ekonomi Bali jangka menengah-panjang, salah satunya melalui pengembangan Desa Wisata Serangan.
Baca Juga: Intip Profil Ketapanrame di Mojokerto, Desa Wisata Terbaik yang Disebut Gibran pada Debat Cawapres
“MoU ini akan menjadi tonggak pencanangan komitmen bersama bahwa kita bisa berkolaborasi, bekerja sama, dan saling bahu membahu untuk mendukung proses transformasi yang kami lakukan secara pilot project di level desa, yaitu Desa Wisata Serangan dengan skema no one left behind,” ujar Amalia, dikutip Sabtu (27/1/2023).
Dijelaskan, sesuai Masterplan Pengembangan Desa Wisata Serangan, terdapat visi, misi, tujuan dan 55 rencana aksi yang menjadi panduan dalam upaya mendorong transformasi Desa Serangan menjadi desa wisata berkelanjutan.
Pura Sakenan, Masjid As-Syuhada, serta Pura Susunan Wadon dan Pura Cemara yang berstatus sebagai cagar budaya menjadi aset bersejarah Desa Serangan yang berpotensi ditingkatkan daya tariknya.
Tidak hanya itu, Tradisi Ngejot dan Tradisi Ngayah juga dapat dikembangkan menjadi materi pariwisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan lokal dan mancanegara.
"Wisatawan bisa diajak berinteraksi dan hidup bersama masyarakat. Pengalaman hidup bersama dengan masyarakat adalah pengalaman yang akan menjadi nilai tersendiri dan pengalaman yang mahal untuk kemudian bisa kita kembangkan bersama-sama," jelas Amalia.
Ditambahkan, pengembangan Desa Wisata Serangan sendiri memiliki visi terwujudnya Desa Wisata Serangan sebagai destinasi wisata berkelanjutan dan berdaya saing berbasis wisata bahari, ekowisata, dan wisata religi yang menyejahterakan, harmonis, dan memajukan budaya luhur desa.
Untuk itu, kolaborasi berbagai pihak diperlukan, terlebih untuk melaksanakan 55 rencana aksi pengembangan Desa Wisata Serangan.
Deputi Amalia mengatakan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra pembangunan perlu dilakukan untuk mengawal pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan pembiayaan pembangunan Desa Wisata Serangan.
"Pembiayaan pembangunan Desa Wisata Serangan tidak melulu bertumpu pada APBN dan APBD. Ini yang ingin kami sebarluaskan, karena pembiayaan Desa Serangan didukung sumber pembiayaan lain, seperti investasi swasta, CSR badan usaha termasuk BUMN, hibah atau bantuan lembaga donor," imbuh Amalia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









