Bakal Diakuisisi Emiten Batu Bara Milik Prajogo Pangestu, Intip 5 Strategi Pengembangan Petrosea (PTRO) ke Depan

AKURAT.CO Emiten batu bara milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) lewat entitas usahanya PT Kreasi Jaya Persada (KJP) tengah merampungkan akuisisi 342.925.700 saham PT Petrosea Tbk (PTRO) setara 34% saham yang ditempatkan dan disetor penuh atau senilai Rp940 miliar.
KJP pada 7 November 2023 lalu meneken perjanjian pembelian saham bersyarat dengan pemegang saham pengendali PTRO, PT Caraka Reksa Optima (CRO), yang harus terpenuhi pada 31 Maret 2024.
Dalam prospektusnya, Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi, Michael, mengatakan transaksi ini merupakan strategi jangka panjang perusahaan sebagai bagian dari grup perseroan guna menambah aset KJP dan perseroan, memperluas jaringan usaha, serta sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang grup perseroan untuk menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi.
Baca Juga: Petrosea Tebar Dividen Rp115,64 Miliar, 24,78 % dari Laba
"Transaksi juga diharapkan akan meningkatkan kinerja operasional menjadi lebih efisien dan efektif dengan mengintegrasikan operasi, memperkuat portofolio bisnis KJP dan perseroan di sektor pertambangan batu bara, emas, nikel, gas, dan infrastruktur yang telah beroperasi penuh," ujar Michael dikutip Senin (5/2/2024).
Ditambahkan, perseroan melalui anak usahanya, berencana untuk mengintegrasikan usaha pertambangannya dengan PTRO melalui bentuk-bentuk kerja sama, dimana anak usaha perseroan menggunakan jasa pertambangan yang disediakan oleh PTRO untuk membangun dan/atau mengoperasikan tambang, yang mana izin usaha pertambangannya dimiliki oleh anak usaha perseroan.
"Tentunya, kerja sama tersebut akan dikaji oleh kedua belah pihak secara independen dengan selalu berpaku/berpedoman pada prinsip arm's length dan akan selalu patuh pada seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," imbuhnya.
Perusahaan juga telah menyiapkan 5 strategi jangka panjang terkait pengembangan PTRO. Pertama, menguatkan lini bisnis PTRO saat ini dengan meningkatkan value creation dengan klien yang sudah ada/eksisting maupun klien baru.
Kedua, mendiversifikasi portofolio proyek PTRO ke sektor pertambangan mineral lain dan menangkap peluang usaha lain di sektor minyak, gas bumi, dan infrastruktur, seiring dengan perkembangan industri yang ada.
Ketiga, meningkatkan efisiensi PTRO dalam memberikan nila ebih terhadap seluruh klien dan pemangku kepentingan sebagai wujud kontribusi nyata bagi sektor pertambangan di Indonesia.
Keempat, melanjutkan proses transformasi secara menyeluruh dalam peningkatan kompetensi dan manajemen sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan inovasi.
"Kemudian memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan melalui penerapan target zero occident dan operational excellence serta menjalankan berbagai program inisiatif ESG," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









