Menaksir Potensi Ekonomi Sport Tourim di Tengah Momen Final Asia Cup antara Jordan dan Qatar

AKURAT.CO Qatar, negara dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, tengah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah final Asia Cup antara Jordan dan Qatar.
Dalam menghadapi momen penting ini, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center and Indonesia Tourism Forum, Sapta Nirwandar, menyoroti potensi besar yang dimiliki sektor pariwisata olahraga.
"Dorongan kepada sektor pariwisata karena begitu orang nonton pasti dia juga bergerak di dalam bidang pariwisata. Paling gak dia butuh hotel, restoran, bahkan dia bisa memperpanjang dengan melihat destinasi sekitar tempat. Jadi berpotensi juga untuk ekonomi," ungkap Sapta kepada Akurat.co, Kamis (8/2/2024).
Baca Juga: Sandiaga Uno Bidik Pacitan Jadi Kawasan Ekonomi Basis Wisata Olahraga
Menurutnya, event sport tourism seperti final Asia Cup tidak hanya memicu pertumbuhan sektor pariwisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
"Kalau yang sport tourism itu mau nggak mau dia berwisata juga paling enggak kan transportasi," tambahnya.
Dengan mendekati final Asia Cup yang akan berlangsung di Lusail Stadium, pastinya Qatar selaku host atau tuan rumah akan kebanjiran perputaran ekonomi yang sangat besar. Qatar akan menghadapi kesempatan besar untuk memanfaatkan momentum ini sebagai pendorong ekonomi melalui sport tourism.
Hal itu tak jauh berbeda ketika Jakarta dan sekitarnya menjadi lokasi pertandingan FIFA World Cup U-17 beberapa waktu lalu yang mampu menarik pengunjung untuk menikmati pertandingan sambil mengeksplorasi keindahan alam, warisan budaya, dan kuliner khas Indonesia.
Tidak hanya sektor pariwisata, sektor perdagangan juga berpotensi tumbuh pesat melalui penjualan merchandise resmi dan barang-barang terkait olahraga. Dengan demikian, Qatar dapat mengoptimalkan event olahraga internasional seperti final Asia Cup untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan dan menciptakan lapangan kerja baru.
Di Indonesia sendiri, dukungan dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengembangkan industri sport tourism dan memanfaatkan event olahraga internasional sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Dengan segala potensi yang dimiliki, Indonesia diharapkan dapat memperkuat citra negara sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkualitas terutama bagi event olah raga internasional.
Melalui sinergi antara berbagai pihak, Indonesia siap meraih kesuksesan dalam menjadikan event olahraga sebagai alat untuk memajukan pariwisata dan ekonomi negara.
Event olahraga internasional ke depan yang akan digelar di Indonesia diharapkan bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi panggung bagi Indonesia untuk memperlihatkan kekayaan dan potensi yang dimilikinya kepada dunia internasional.
Diketahui, pendapatan sektor sport tourim ditaksir mencapai USD683 miliar pada 2023 lalu secara global, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 10-15% dan diperkirakan bakal mencapai USD2,13 triliun di 2030 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









