Harga Emas Ditaksir Kian Berkilau Usai Serangan Israel ke Iran

AKURAT.CO Harga emas dunia ditaksir tembus USD2.500 per trouounce sementara emas Antam ditaksir bakal tembus Rp1,4 juta per gram menyusul eskalasi konflik Iran-Israel.
Diketahui, pada Jumat dini hari Isreal menyerang salah satu bandara di Iran, yang kali ini tanpa melakukan perlawanan apapun.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memprediksi, harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam bisa pecah rekor tertinggi lagi.
Baca Juga: Naik Rp6.000, Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp1,321 Juta per Gram
"Serangan Israel (ke salah satu bandara Iran) pada Jumat pagi mengejutkan investor sehingga aset safe haven akan dijadikan sebagai lindung nilai. Dolar AS kembali menguat, emas juga terbang ada kemungkinan level tertinggi akan tercapai di USD2.500 per troyounce, minyak mentah dunia juga kemungkinan akan menuju USD90 per barel," katanya kepada awak media, Jumat (19/4/2024).
Level harga tersebut, menurut Ibrahim, amat mungkin bisa tercapai kalau serangan Israel-Iran kembali berlanjut pada Sabtu Minggu ini. Sehingga tak hanya harga emas, harga aset safe haven lainnya termasuk kripto bisa naik lagi.
Harga emas logam mulia Antam kembali naik Rp10.000 per gram pada perdagangan Jumat (19/4/2024). Harga emas Antam kini menjadi Rp1.345.000 per gram. Alhasil harga ini menjadi rekor baru bagi Antam.
Sementara harga pembelian kembali alias buyback juga naik Rp10.000 menjadi Rp1.240.000 per gram.
Kian kemilaunya harga emas Antam didorong nilai tukar rupiah yang ada di kisaran Rp16.300 per dolar AS. Hal itu membuat harga emas Antam jadi semakin mahal. Singkatnya, harga emas dunia naik, plus kurs rupiah yang melemah mendorong harga emas Antam makin mahal.
Serangan balasan Israel ke Iran, diakui Ibrahim cukup mengagetkan bagi para investor. Sehingga emas yang dijadikan sebagai lindung nilai harganya makin mengkilau di masa tegang ini.
Begitupun dengan dolar AS yang makin menguat terhadap kurs mata uang negara lain dan harga komoditas lain seperti minyak dunia.
"Rupiah yang sebelumnya diprediksi akan menguat, justru melemah hampir 108 poin di pagi ini. Ini mengindikasikan perang di Timur Tengah ini luar biasa sekali. Semoga Iran tidak melakukan penyerangan kembali untuk menstabilkan ekonomi global," ucap Ibrahim.
Menurut Ibrahim, Israel sejatinya dibuat oleh negara-negara Eropa dan AS untuk memanaskan situasi politik di Timur Tengah karena merupakan salah satu negara penghasil minyak mentah terbesar di dunia. Sehingga dari situlah pendapatan negara-negara Eropa dan AS akan menjadi besar dengan memainkan peran Israel sebagai negara boneka, yang dijadikan sebagai alat untuk kepentingan ekonomi Eropa dan AS.
"Negara di Timur Tengah sayangnya hanya bisa memproduksi senjata tapi tidak bisa membuat perisainya. Kemudian secara wilayah Iran lebih luas dari Israel. Sehingga perisainya Isreal pun bisa meredam karena wilayahnya yang kecil, sehingga serangan yang dilancarkan ke sana (Israel) bisa terisolir oleh senjata Israel," ujar Ibrahim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







