Apa Itu Xenofobia? Disebut Joe Biden sebagai Penyebab Krisis Ekonomi yang Melanda China, Jepang dan India

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan bahwa xenofobia dari China, Jepang, dan India menghambat pertumbuhan ekonomi negara itu sendiri.
Dalam acara penggalangan dana untuk kampanye pemilihannya di Washington, Biden berpendapat bahwa xenofobia itu lantas berdampak baik pada migrasi Amerika Serikat.
Baca Juga: Pernah Jadi Bagian dari Australia, Begini Nasib Papua Nugini yang Kini Dilanda Krisis
"Mengapa perekonomian China sangat terpuruk, mengapa Jepang, Rusia dan India mengalami kesulitan? karena mereka xenofobia. Mereka tidak menginginkan imigran. Imigranlah yang membuat kita kuat," kata Biden dalam pidatonya, dikutip Kamis (2/5/2024).
Biden juga mengatakan salah satu dari banyak alasan perekonomian negaranya tumbuh adalah karena imigran.
Karena kami (Amerika Serikat), kata Biden, menyambut baik imigran.
Baca Juga: SIMAK Daftar Harga Terbaru BBM Jakarta Per 2 Mei 2024, Termurah Rp10 Ribu per Liter
Internasional Monetary Fund (IMF) pada bulan lalu memperkirakan bahwa setiap negara akan mengalami perlambatan pertumbuhan pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Berkisar 0,9% di negara maju seperti Jepang hingga 6,8% di negara berkembang India.
Sementara untuk Amerika Serikat diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,7% sedikit lebih cepat dibandingkan pertumbuhan tahun lalu sebesar 2,5%.
Lalu banyak ekonom mengaitkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan ini karena banyaknya migran yang memperluas angkatan kerja di negara tersebut.
Berbeda dengan Joe Biden, bakal calon presiden Donald Trump justru dikenal sebagai seorang xenofobia dan anti-imigran.
Lalu, apa itu xenofobia?
Dikutip dari KBBI, xenofobia adalah perasaan benci, takut, waswas, terhadap orang asing atau sesuatu yang belum dikenal.
Xenofobia juga dikenal dengan kebencian pada yang serba asing atau dapat terwujud sebagai kebencian terhadap imigran di suatu negara.
Tidak hanya itu, xenofobia juga terwujud sebagai kebencian yang menyasar pada anggota suku, budaya atau agama lain.
Baca Juga: VIRAL TikTokers D3kembar Ikut Terseret Kasus Penerima KIP yang Sering Pamer Gaya Hidup Hedon!
Rasisme juga memiliki peran yang besar dalam hal ini, bahkan terkadang digunakan orang sebagai justifikasi atau pembenaran xenofobia terhadap imigran dari latar belakang sesuatu.
Lebih lanjut, xenofobia diketahui terbagi menjadi beberapa jenis yang sama-sama dapat merugikan.
1. Xenofobia Imigran
Xenofobia imigran adalah ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang yang atau dianggap sebagai imigran.
Baca Juga: Kasus Wanita Tewas di Dalam Koper, Korban Sempat Disetubuhi Pelaku
Adanya ujaran atau kampanye anti-imigrasi adalah manifestasi dari jenis xenofobia ini.
Beberapa contoh dari xenofobia imigran seperti menghindari dan menolak siapapun yang dianggap sebagai orang luar, khususnya mereka yang memiliki warna kulit berbeda, menganut agama lain atau berbicara dengan bahasa berbeda.
2. Xenofobia Budaya
Jenis xenofobia ini digambarkan sebagai ketidaksukaan atau permusuhan terhadap budaya yang berbeda.
Mengasumsikan bahwa produk, makanan, atau film dari budaya lain lebih rendah dari budaya sendiri adalah contohnya.
Xenofobia jenis ini mungkin dapat berprilaku kasar tentang pakaian tradisional yang berasal dari kebudayaan lain hingga menolak mendengarkan musik dan makanan dari budaya lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







