AKURAT.CO Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, memiliki potensi besar untuk memimpin industri halal global. Salah satu konsep penting dalam ekonomi syariah yang dapat membantu mencapai hal ini adalah Halal Value Chain (HVC).
HVC mencakup seluruh proses produksi dari hulu ke hilir, termasuk produksi bahan mentah, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi akhir, yang semuanya mematuhi standar halal. Pada tahun 2023, sektor-sektor utama dalam HVC berkontribusi sebesar 23% terhadap ekonomi nasional, menunjukkan potensi besar dari ekonomi syariah untuk terus berkembang.
Menurut Mohammad Nabil Almunawar dari UBD School of Business and Economics, Universiti Brunei Darussalam, untuk meningkatkan kontribusi HVC ke perekonomian Indonesia, pemerintah perlu fokus pada 4 sektor utama yang menopang sebagian besar kontribusi terhadap PDB, yaitu:
- Pertanian Halal. Sektor ini mencakup produksi bahan pangan halal dari hulu. Dengan teknologi pertanian yang semakin maju dan sertifikasi halal yang ketat, pertanian halal memiliki peluang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi
- Industri Makanan dan Minuman Halal. Industri ini mencakup pengolahan makanan halal untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Peningkatan kualitas produk halal dan sertifikasi yang diakui internasional akan membuka akses yang lebih luas ke pasar global.
- Pariwisata Ramah Muslim (PRM). Pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim dari segi fasilitas ibadah, makanan halal, dan akomodasi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah semakin berkembang pesat
- Fesyen Muslim. Tren fesyen Muslim yang semakin berkembang, baik di pasar domestik maupun internasional, juga menjadi sektor penting dalam rantai nilai halal
Selain itu, ada 3 strategi yang bisa dilakukan untuk menguatkan Halal Value Chain Indonesia. Pertama, peningkatan teknologi dan inovasi. Mengadopsi teknologi baru dalam produksi, pengolahan, dan distribusi produk halal dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing. Misalnya, penggunaan blockchain untuk memastikan transparansi dalam rantai pasokan halal dan digitalisasi proses sertifikasi dapat mengurangi waktu dan biaya produksi.
Baca Juga: 5 Hal Yang Perlu Pemerintah Lakukan Untuk Genjot Industri Halal RI
Kedua, sertifikasi halal yang diterima global. Untuk bersaing di pasar global, produk halal Indonesia harus memenuhi standar sertifikasi yang diakui secara internasional. Proses sertifikasi yang transparan, cepat, dan terintegrasi akan menjadi kunci penting.
"Ketiga, infrastruktur halal yang memadai. Penyediaan infrastruktur seperti kawasan industri halal, laboratorium sertifikasi halal, dan fasilitas distribusi yang mendukung penyebaran produk halal harus menjadi prioritas. Hal ini akan mempermudah ekspor produk halal ke pasar internasional," ujar Nabil, Jumat (4/10/2024).
Dijelaskan, penguatan HVC tidak hanya berdampak positif pada ekonomi syariah, tetapi juga pada ekonomi nasional secara keseluruhan. Dengan meningkatnya kontribusi sektor halal terhadap PDB, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor konvensional. Selain itu, peningkatan ekspor produk halal dapat membantu meningkatkan neraca perdagangan dan membawa investasi asing ke dalam negeri.
"Untuk memaksimalkan potensi ini, Indonesia perlu fokus pada penguatan infrastruktur halal, peningkatan teknologi, dan harmonisasi standar sertifikasi internasional. Dengan demikian, Indonesia dapat memimpin industri halal global dan memanfaatkan sepenuhnya peluang yang ada di pasar global yang semakin kompetitif," imbuhnya.
Tantangan
Walaupun HVC memiliki potensi besar, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, sebagaimaa penjelasan berikut.
- Kompleksitas Regulasi. Perbedaan regulasi halal di berbagai negara menghambat ekspansi produk halal Indonesia ke pasar internasional. Harmonisasi standar halal internasional diperlukan agar ekspor produk halal dapat meningkat.
- Persaingan Global. Negara-negara seperti Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Turki telah lama mengembangkan industri halal mereka. Indonesia harus mampu bersaing melalui inovasi produk dan kualitas yang tinggi.
- Kurangnya Fasilitas Sertifikasi Halal. Fasilitas sertifikasi yang terbatas dan proses yang lambat seringkali menjadi hambatan bagi pengusaha kecil dan menengah untuk mendapatkan sertifikasi halal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










