Kementan Dorong Swasembada Pangan di Kepulauan Bangka Belitung

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mencapai swasembada pangan dengan meningkatkan produksi melalui optimalisasi sumber daya lahan yang tersedia serta penguatan sumber daya manusia yang kompeten.
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada.
Optimalisasi lahan dan intensifikasi pertanian menjadi langkah strategis untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait untuk mempercepat implementasi program ini secara masif.
“Optimalisasi lahan dan teknologi pertanian adalah kunci utama dalam meningkatkan hasil produksi. Kami telah membentuk brigade, mengoptimalkan lahan rawa, dan mencetak sawah baru sebagai bagian dari transformasi menuju modernisasi pertanian. Kami juga berkomitmen mengadopsi mekanisasi di semua lini kegiatan pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan langkah ini, sektor pertanian Indonesia diharapkan dapat lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Amran.
Baca Juga: Kenaikan PPN 12 Persen Diyakini Tak Akan Turunkan Daya Beli Masyarakat
Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen untuk mendorong inovasi berkelanjutan melalui Brigade Swasembada Pangan.
Brigade ini bertujuan menciptakan transformasi pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing.
“Brigade Swasembada Pangan adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan dalam memastikan ketahanan pangan nasional. Dengan kolaborasi yang kuat, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan berkelanjutan, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mewujudkan kemandirian pangan di tingkat lokal hingga nasional,” jelas Idha.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pusat Pendidikan Pertanian mengadakan Koordinasi Brigade Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 27–29 Desember 2024 di Pangkal Pinang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPPSDMP, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, perwakilan Danrem 045/Garuda Jaya dan Dandim lingkup Provinsi Bangka Belitung, Penanggung Jawab Teknis Satgas Swasembada Pangan, penyuluh pertanian, serta mentor Brigade Pangan di wilayah tersebut.
Rapat koordinasi ini bertujuan mendukung pencapaian swasembada pangan dengan menyinergikan peran seluruh pihak.
Agenda rapat mencakup pembahasan kebijakan swasembada pangan, laporan capaian, diskusi kelompok terarah (FGD), dan rencana tindak lanjut.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan, peningkatan produksi padi diharapkan dapat menjawab tantangan kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat.
“Operasional pengembangan pertanian modern dan Brigade Pangan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, petani milenial sebagai pelaku utama, serta seluruh pemangku kepentingan terkait,” jelasnya.
Dengan sinergi yang kuat, program swasembada pangan diharapkan dapat terealisasi, menjadikan Indonesia lebih tangguh dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









