BKPM Upayakan Pengusaha Lokal Dapat Kemudahan Perizinan

AKURAT.CO Proses perizinan usaha yang berbelit masih menjadi tantangan bagi pengusaha lokal, terutama di sektor pertambangan.
Menyadari hal ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berupaya mempercepat birokrasi agar pengusaha dalam negeri bisa berkembang dan bersaing di pasar global.
“Kami ingin pengusaha lokal mendapat kemudahan dalam mengurus izin, tanpa mengesampingkan aspek regulasi dan mitigasi risiko,” ujar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, Sabtu (8/2/2025).
Baca Juga: BKPM Usulkan Perpanjangan Insentif Pajak Untuk 18 Sektor Industri
BKPM menilai bahwa pengusaha lokal seharusnya bisa menjadi pemain utama di industri nasional, bukan sekadar penonton.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah berkomunikasi dengan Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI), mengingat potensi besar pasir kuarsa yang bisa menarik investor dalam maupun luar negeri.
Ketua Umum HIPKI, Ady Indra Pawennari, menyoroti kendala yang sering dihadapi pengusaha di sektor pertambangan, mulai dari perbedaan harga patokan mineral (HPM) antarprovinsi hingga proses perizinan yang memakan waktu lama.
"Harga pasir kuarsa di beberapa daerah berbeda jauh, bahkan selisihnya bisa mencapai 946 persen. Ini bertentangan dengan regulasi yang seharusnya membuat harga lebih seragam," jelas Ady.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti lamanya proses perizinan tambang yang bisa mencapai tiga tahun, yang dinilai menghambat investasi.
“Perizinan dari WIUP ke IUP operasi produksi perlu dipercepat agar industri bisa berjalan lancar, tentu tetap sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Dengan adanya percepatan regulasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, diharapkan pengusaha lokal bisa lebih berkembang dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






