Tantang Pertamina Pulihkan Kepercayaan Publik, DPR Usul Pertamax Gratis

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengusulkan agar PT Pertamina (Persero) membagikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax secara gratis kepada masyarakat.
Menurutnya, hal itu perlu dipertimbangkan untuk memulihkan integritas Pertamina imbas kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023.
Mufti menilai, Pertamina bisa memanfaatkan MyPertamina untuk memberikan ganti rugi kepada masyarakat pengguna Pertamax. Apalagi, isu BBM oplosan ini viral dan dinilai sangat merugikan masyarakat yang membeli Pertamax.
"Dengarkan kata nitizen, saya pikir ada benarnya gimana untuk mengembalikan integritas Pertamina mereka ganti ngasih Pertamax secara gratis selama setahun, misalnya. Tapi itu tidak mungkin. Atau seminggu, deh. Atau sebulan, deh. Atau apa yang bisa Bapak lakukan yang penting rakyat merasa ada upaya dari Pertamina untuk memberikan perbaikan dan minta maaf kepada rakyat," tegasnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Pertamina (Persero) di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga: Gandeng PT Pindad, Pertamina Siap Genjot Produksi Migas Nasional
Mufti menilai, permintaan maaf yang dilakukan oleh Direktur Utama perseroan Simon Aloysius tidak cukup bagi masyarakat yang dirugikan buntut kasus BBM oplosan ini.
"Saya mengapresiasi Anda (Dirut Pertamina) ketika konferensi pers menyatakan permintaan maaf atas kejadian pertama koplosan. Tapi saya kira itu tidak cukup, Pak. Belum menunjukkan ketulusan hati Pertamina. Ini masih sekedar lip service mata, Pak," terangnya.
Mufti berpendapat, apabila Pertamina memang benar-benar minta maaf, maka harus menunjukkan bagaimana seluruh insan perseroan tidak hanya meminta maaf secara lisan, tapi juga dari gestur, dari perbuatan, dan dari pelayangan yang dilakukan.
"Tidak cukup pula hanya mengganteng si bocil anaknya Deddy corbuzier, yang ini justru melecehkan, meremehkan, dan melukai hati rakyat," tegasnya.
"Juga tidak perlu mengendorse namanya Fitra Eri uang untung namanya Fitra Eri punya integritas. Karena dia tidak yakin ini tidak benar-benar terjadi, maka dia tidak mau melakukan," sambungnya.
Mufti menegaskan, lebih baik anggaran Pertamina tersebut digunakan untuk mengembalikan kerugian rakyat yang menjadi korban dari kasus tersebut.
Baca Juga: Pertamina NRE Prirotaskan Proyek Geothermal Dapat Pendanaan dari Danantara
Dalam kesempatan ini, Mufti juga menyoroti besarnya gaji yang diperoleh oleh jajaran direksi Pertamina yang menurutnya sangat besar bahkan angkanya lebih dari Rp1 hingga Rp4 miliar per bulan jika ditambah tantiem, dividen kemudian kompensasi finansial lainnya.
"Ini amat sangat terlalu luar biasa. Maka seharusnya dengan angka se-fantasis itu, Direksi wajib bisa memberikan pelayanan terbaik, wajib bisa menghadirkan BBM berkualitas, wajib bisa memberikan BBM yang terjangkau untuk semua lapisan masyarakat, bahkan bisa membuat profit yang impactful bagi negara, harusnya. Tapi nyatanya apa? Malah merugikan negara dan melukai rakyat kita hari ini," tutup Mufti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









