Komisi XIII Bakal Bentuk Panja Pengelolaan Aset Negara Untuk Evaluasi PPKGBK

AKURAT.CO Pengelolaan aset Negara oleh manajemen Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) dinilai jelek. Hal ini terlihat dari sangat rendahnya pemasukan negara atas pengelolaan aset negara oleh PPKGBK.
Nilai setoran PPKGBK ke negara dalam 10 tahun terakhir total hanya Rp43,5 miliar per tahun atau 0,1% dari total aset negara senilai Rp347 triliun yang dikelola PPKGBK. Kecilnya setoran tersebut dinilai sangat merugikan negara.
Oleh karena itu, Komisi XIII DPR akan segera membentuk Panitia Kerja (Panja) pengelolaan aset negara. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR, RI Andreas Hugo Pareira.
Politisi PDIP ini mengatakan pembentukan Panja menjadi langkah awal yang penting untuk mengevaluasi kinerja PPKGBK yang dinilai jelek.
“Langkah awal komisi XIII akan membentuk Panja Pengelolaan aset negara PPKGBK,” kata Andreas kepada wartawan, Rabu (26/3/2025).
Baca Juga: Hotel Sultan Masih Sengketa, Indobuildco Minta Setneg Taat Hukum
Andreas menyebut Panja akan dibentuk setelah Lebaran 2025. Sebab, DPR sedang menjalani masa reses sampai 16 April 2025.
Menurutnya, dibentuknya Panja tersebut juga akan membahas terkait nasib Jakarta Convention Center yang ditutup pengelolaannya, termasuk Hotel Sultan. Jakarta Convention Center ditutup setelah diambil alih secara paksa oleh PPKGBK.
Hotel Sultan saat ini masih dalam proses hukum, namun sudah terlebih dahulu ditutup sebagian besar akses masuknya secara sepihak oleh PPKGBK tanpa dasar hukum, sehingga menyebabkan kerugian yaitu berkurangnya kontribusi kepada negara.
Diketahui Hotel Sultan adalah salah satu pembayar PBB paling tertib dan terbesar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Pada medio Februari 2025 lalu, penutupan Jakarta Convention Center (JCC) dan mengubahnya menjadi Jakarta International Convention Center (JICC) oleh PPKGBK sempat ramai jadi sorotan.
Karena penutupan ini berdampak sangat buruk terhadap salah satu pusat kegiatan Meeting Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) terbesar di Indonesia ini, serta kinerja Hotel Sultan.
Sejumlah BUMN, Lembaga Pemerintah, Partai Politik, Perusahaan, Kampus, Event Organizer yang sebelumnya telah berkontrak dengan JCC telah membatalkan kegiatannya dan memilih venue lain.
Mereka beranggapan bahwa pengelola yang baru tidak meyakinkan dan tidak berpengalaman dalam usaha tersebut. Adanya persoalan hukum dan berubahnya pengelola menjadi alasan utama para klien yang sudah bertahun-tahun menggunakan JCC itu mengalihkan agendanya ke tempat lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








