Erick Targetkan Setoran Dividen Perum di 2026 Tembus Rp300 Miliar
Camelia Rosa | 8 Juli 2025, 21:27 WIB

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memproyeksikan sejumlah BUMN berbentuk perusahaan umum (Perum) dapat menyetorkan dividen kepada negara hingga Rp300 miliar tahun depan.
"Kita proyeksi mungkin dari Perum bisa Rp200 sampai Rp300 miliar, kita akan kasihkan ke negara juga," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Adapun saat ini terdapat 10 Perum yang berada di bawah Kementerian BUMN di antaranya Perum Damri, Perum Perumnas, Perum Perhutani, dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia.
Lalu Perum Bulog, Perum Peruri, Perum Jasa Tirta I, Perum Jasa Tirta II, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), serta Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.
Dijelaskannya, pendapatan dari kesepuluh Perum itu nantinya akan melengkapi kontribusi dividen dari Holding BUMN lainnya.
Sehingga nantinya, dividen akan dapat digunakan kembali untuk mendukung berbagai penugasan strategis pemerintah tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kalau kita lihat dengan perbaikan Perum kita yakini nanti ada tambahan dividen di situ," imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Erick mengusulkan penambahan anggaran Kementerian BUMN untuk tahun anggaran 2026 menjadi Rp604 miliar. Angka itu naik Rp454 miliar dari pagu indikatif yang ditetapkan untuk Kementerian BUMN di 2026 sebesar Rp150 miliar.
Erick mengungkapkan, usulan penambahan anggaran ini bertujuan untuk menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 dan mengacu pada best practices, serta mendukung fokus arah kebijakan APBN 2026 dalam rangka ketahanan nasional dan akselerasi ekonomi.
Ia juga menekankan bahwa usulan kenaikan anggaran tersebut tidak akan merugikan keuangan negara. Sebab, Kementerian BUMN akan mengembalikan uang ke negara dalam bentuk setoran dividen BUMN, baik melalui Danantara maupun perusahaan umum (Perum).
"Jadi kita tidak istilahnya membebani keuangan negara, tapi kita yakini juga akan memberikan kontribusi tambahan kepada negara," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








