Investasi di Bekasi Menggeliat, LPCK Hadirkan Hunian dan Komersial Baru di Kawasan LCC

AKURAT.CO Kabupaten Bekasi kembali mencatatkan realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2024, dengan nilai mencapai Rp71,8 triliun.
Angka ini setara dengan 28,6% dari total investasi yang masuk ke Jawa Barat dan melampaui target Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebesar Rp64 triliun.
Pencapaian ini menjadi bukti kuat akan tingginya kepercayaan investor terhadap Kabupaten Bekasi sebagai lokasi investasi yang menguntungkan.
Untuk mendukung tren kenaikan investasi dan pertumbuhan tenaga kerja di Kabupaten Bekasi, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) terus berupaya memperkenalkan produk-produk residensial dan komersial baru di kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis (LCC).
LPCK merupakan pengembang properti dengan fasilitas berstandar internasional di Lippo Cikarang Cosmopolis (LCC).
Manajemen LPCK mengungkapkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memperluas portofolio dan mendorong inovasi.
"Khususnya bagi pembeli rumah pertama, melalui peluncuran produk perumahan terjangkau di LCC," tulis manajemen, dikutip Jumat (2/5/2025).
Baca Juga: Komitmen LPCK Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Pada tahun 2024, LPCK berhasil mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp1,64 triliun, dengan kontribusi produk residensial mencapai 51%, produk komersial 22% dan produk industri 27%.
Di segmen perumahan, produk unggulan yang ditawarkan meliputi XYZ Livin dan Cendana Spark North.
Asal tahu, dari total investasi di Bekasi sebesar Rp71,8 triliun, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sebesar Rp50,62 triliun (70,47%), sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp21,21 triliun (29,53%).
Sektor-sektor yang paling dominan dalam hal investasi adalah Jasa Lainnya (Rp15,57 triliun), Industri Logam Mesin dan Elektronika (Rp9,9 triliun), Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi (Rp7,79 triliun), serta sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp6 triliun).
Tren investasi di Kabupaten Bekasi menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2021, realisasi investasi tercatat sebesar Rp43,2 triliun, meningkat menjadi Rp47 triliun pada 2022, Rp61,2 triliun pada 2023, dan mencapai puncaknya di Rp71,8 triliun pada 2024.
Selain itu, Kabupaten Bekasi juga tercatat sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi di Jawa Barat, dengan total 63.148 pekerja pada tahun 2024.
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyerap 35.137 pekerja (55,64%), sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyerap 28.011 pekerja (44,36%).
Lima sektor dengan serapan tenaga kerja terbesar antara lain adalah Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi (9.000 pekerja), Industri Logam Mesin dan Elektronika (8.000 pekerja), Perdagangan dan Reparasi (6.000 pekerja), Industri Mineral Non-Logam (6.000 pekerja) serta Jasa Lainnya (6.000 pekerja).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









