AKURAT.CO PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2025.
Perusahaan penyedia infrastruktur menara telekomunikasi ini mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp526,3 miliar, naik tipis 1,04% dari Rp520,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi analis, yang mendorong munculnya rekomendasi beli atas saham MTEL.
Laba per saham MTEL kini berada pada posisi Rp6, selaras dengan pertumbuhan pendapatan yang naik 2,4% menjadi Rp2,26 triliun dari Rp2,23 triliun pada kuartal I-2024.
Sementara itu, laba usaha sedikit terkoreksi menjadi Rp1,01 triliun dari Rp1,02 triliun, namun tidak mengurangi sentimen positif terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Baca Juga: Mitratel Serahkan Bantuan Berupa Al-Qur’an Braille, Bentuk Kepedulian Sosial pada Masyarakat
Mengutip riset BRI Danareksa, Kamis (2/5/2025), pencapaian laba bersih MTEL setara dengan 23,8% dari estimasi laba sepanjang tahun 2025.
Analis BRI Danareksa, Niko Margaronis dan Kafi Ananta, menyatakan bahwa realisasi kinerja kuartalan Mitratel berada dalam jalur yang tepat.
Mereka juga mencatat keberhasilan perusahaan dalam mengurangi beban keuangan melalui efisiensi struktur utang sebagai poin penting yang mendukung proyeksi keuangan jangka panjang.
Dari sisi operasional, Mitratel juga menunjukkan capaian positif. Perusahaan menambah 391 tenant baru selama tiga bulan pertama tahun ini, menjadikan rasio tenancy tetap stabil di angka 1,52 kali.
Kinerja ini mencerminkan peran strategis MTEL dalam mendukung proses konsolidasi operator telekomunikasi yang tengah berlangsung di Indonesia.
Analis Sucor Sekuritas, Paulus Jimmy, dalam riset terbarunya menyebut bahwa pencapaian Mitratel sudah sesuai dengan estimasi internal dan konsensus pasar.
Ia menyoroti pertumbuhan EBITDA sebesar 2,2% menjadi Rp1,88 triliun dan peningkatan laba bersih sebesar 1% sebagai indikator stabilitas pertumbuhan perusahaan di tengah dinamika industri.
Selain menambah tenant, MTEL juga berhasil membangun 189 menara baru selama kuartal pertama. Jumlah menara yang dikelola kini mencapai 39.593 unit, dengan 59% di antaranya berlokasi di luar Pulau Jawa.
Hal ini menunjukkan kesiapan MTEL menjadi mitra utama operator seluler dalam memperluas jaringan ke wilayah non-metropolitan.
Dengan target penambahan 2.500 tenant baru hingga akhir 2025, Mitratel diyakini mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan tahunan sekitar 2,3%.
Selain itu, perusahaan juga telah mengalokasikan belanja modal anorganik senilai Rp2 triliun untuk mendukung ekspansi menara dan pengembangan jaringan fiber optik.
Dalam konteks strategi investasi, baik BRI Danareksa Sekuritas maupun Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham MTEL.
Sucor mematok target harga di kisaran Rp620 per saham, sedangkan BRI Danareksa menetapkan target yang lebih optimistis, yakni Rp800 per saham.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan dan operasional MTEL pada awal 2025 memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam sektor infrastruktur telekomunikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








