PIK Jadi Magnet Investasi, Pengamat: Proyek Aktif Jadi Kunci Pertumbuhan Properti

AKURAT.CO Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu kawasan properti premium dan lifestyle paling diminati di Indonesia.
Pengamat properti, Anton Sitorus, menilai, PIK saat ini menempati posisi strategis dalam peta pengembangan properti nasional berkat agresivitas pembangunan yang terus berlangsung.
“PIK itu salah satu dari sedikit kawasan yang masih aktif pembangunannya. Sekarang ini kan gak banyak kawasan yang punya proyek baru secara masif. Dan itu jadi kunci kalau kita bicara pertumbuhan investasi,” ujar Anton kepada Akurat.co, Minggu (25/5/2025).
Menurutnya, kawasan yang terus berkembang memiliki potensi return investasi yang jauh lebih menjanjikan dibanding kawasan yang stagnan atau sudah lama tidak mengalami pengembangan berarti.
“Kalau kita investasi di kawasan yang sudah established dan pembangunan barunya minim—seperti Bintaro misalnya—pertumbuhannya biasanya alami dan cenderung terbatas. Tapi kalau di kawasan seperti PIK, yang setiap tahun selalu ada klaster baru dan pengembang juga aktif menaikkan harga, maka potensi keuntungan bagi investor juga lebih besar,” tambahnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Pejabat, Ipar Raffi Ahmad Juga Masuk Daftar Komisaris Sarinah!
Meski pasar properti belum kembali ke masa booming, Anton menilai saat ini masih merupakan momen yang tepat untuk berinvestasi—asal dilakukan secara selektif.
“Sekarang ini masih masa recovery, bukan booming. Jadi harus pintar-pintar milih. Kalau buat jangka panjang sih oke aja investasi besar sekarang. Tapi kalau mau cari return cepat, hanya di proyek-proyek tertentu yang aktif dan punya prospek pertumbuhan harga yang jelas,” katanya.
Ia menekankan pentingnya membaca tren dan memilih proyek berdasarkan aktivitas pengembang dan potensi kawasan.
Terkait subsektor properti yang menunjukkan pertumbuhan paling signifikan, Anton menyebut sektor industri sebagai salah satu yang paling stabil dan menjanjikan.
“Kalau dibandingkan dengan residensial dan komersial, sektor industri justru yang pertumbuhannya masih cukup baik. Permintaan terhadap lahan industri dan kawasan logistik masih cukup tinggi, terutama didorong pertumbuhan e-commerce dan kebutuhan akan pusat distribusi,” ujarnya.
Dengan pemulihan ekonomi yang berjalan secara bertahap, Anton menilai investor harus lebih jeli melihat dinamika sektor properti dan tidak terpaku pada tren masa lalu.
Baca Juga: Peretas China Eksploitasi Celah Keamanan Ivanti EPMM, Targetkan Eropa hingga Asia Pasifik
“Properti tetap menarik, tapi pendekatannya sekarang harus lebih cermat. Lihat kawasan yang aktif, pengembang yang agresif, dan sektor yang punya prospek jangka panjang,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









