Sukseskan Bantuan Pangan, Pemerintah Bidik 4 Juta Ton CBP di 2026
Hefriday | 30 Desember 2025, 22:41 WIB

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4 juta ton pada 2026.
Langkah ini diambil untuk memperkuat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta memastikan penyaluran bantuan pangan nasional berjalan cepat dan tepat sasaran.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, peningkatan target CBP dari sebelumnya 3 juta ton menjadi 4 juta ton akan memperluas ruang gerak pemerintah dalam melakukan intervensi pasar. Intervensi tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras bagi masyarakat.
“Tadi kami putuskan cadangan beras pemerintah dari 3 juta ton kita naikkan jadi 4 juta ton agar lebih mudah nanti untuk SPHP, untuk bantuan pangan, dan lain sebagainya,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Menurut Zulhas, penambahan target serapan beras ini juga bertujuan memperkuat peran Perum Bulog sebagai penopang stabilisasi pangan nasional. Peran tersebut dinilai strategis dalam membangun sistem pangan yang berjangka panjang, berkelanjutan, adil, dan efektif, khususnya bagi petani.
Dirinya menegaskan Bulog menjadi andalan pemerintah dalam pelaksanaan SPHP sekaligus menjaga harga gabah di tingkat petani. Hal ini dilakukan melalui penyerapan hasil panen secara konsisten, berkelanjutan, stabil, adil, dan merata di berbagai daerah.
Zulhas menilai kinerja Bulog sejauh ini menunjukkan hasil positif. Salah satu indikatornya adalah harga gabah yang telah mencapai Rp6.500 per kilogram, yang mencerminkan efektivitas kebijakan penyerapan gabah oleh pemerintah pusat dan daerah secara terpadu.
Harga gabah yang relatif stabil tersebut, lanjut Zulhas, menjadi bukti bahwa kebijakan pangan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada konsumen, tetapi juga memberikan perlindungan dan kepastian bagi petani sebagai produsen utama.
Dengan cadangan beras pemerintah mencapai 4 juta ton, pemerintah optimistis posisi Bulog akan semakin kuat.
Cadangan tersebut diharapkan mampu menjadi instrumen utama dalam menjaga pasokan, menstabilkan harga beras, serta melindungi kepentingan petani dan konsumen secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, juga menyampaikan target serupa. Amran menargetkan CBP di gudang Bulog pada 2026 dapat mencapai 4 juta ton untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.
“Kita target 4 juta ton seluruh Indonesia,” kata Amran usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.
Amran mengungkapkan, realisasi pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri yang dilakukan Bulog sepanjang 2025 telah mencapai 3,435 juta ton. Capaian tersebut melampaui 114,5% dari target serapan 3 juta ton.
Selain melampaui target, pengadaan beras tahun ini juga sepenuhnya bersumber dari produksi dalam negeri. Bulog tidak melakukan impor beras untuk penambahan CBP, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Pemerintah berharap peningkatan CBP hingga 4 juta ton dapat menjadi fondasi kuat dalam menghadapi gejolak harga, perubahan iklim, serta dinamika pasokan pangan global, sekaligus memastikan kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









