AKURAT.CO PT Jasa Marga Tbk (JSMR), perusahaan operator jalan tol terbesar di Indonesia, melaporkan penurunan laba bersih sepanjang semester I-2025.
Dikutip Bloomberg, Senin (28/7/2025), berdasarkan laporan keuangan interim yang dirilis perseroan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,87 triliun.
Angka tersebut turun 20,27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp2,34 triliun.
Penurunan laba bersih ini terjadi di tengah merosotnya pendapatan Jasa Marga secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada semester I-2025, total pendapatan JSMR tercatat sebesar Rp12,94 triliun, turun tipis 0,99% dibandingkan Rp13,07 triliun pada semester I-2024.
Pendapatan utama perseroan masih didominasi oleh bisnis inti di sektor jalan tol yang menyumbang Rp8,78 triliun. Sementara itu, pendapatan dari konstruksi tercatat sebesar Rp3,46 triliun, dan sisanya sebesar Rp695,52 miliar berasal dari pendapatan usaha lainnya.
Menariknya, meskipun pendapatan mengalami penurunan, Jasa Marga berhasil mencatatkan efisiensi pada beban pokok pendapatan. Beban ini turun dari Rp7,69 triliun menjadi Rp7,32 triliun.
Dengan efisiensi tersebut, laba bruto perseroan justru tumbuh 4,49% yoy menjadi Rp5,61 triliun.
Namun demikian, keuntungan dari efisiensi ini tidak mampu menahan tekanan yang muncul dari pos pajak penghasilan. JSMR mencatat beban pajak penghasilan tangguhan sebesar Rp313,69 miliar pada semester I-2025.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan justru memperoleh pendapatan sebesar Rp749,09 miliar dari pos yang sama.
Perubahan tajam pada pos pajak tersebut menjadi faktor utama penekan kinerja laba bersih secara keseluruhan. Perusahaan harus menghadapi kenyataan bahwa kendati kinerja operasional cukup solid, perubahan kebijakan atau dinamika perpajakan dapat memukul performa keuangan.
Dari sisi neraca, total aset Jasa Marga per 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp145,38 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp140,72 triliun.
Kenaikan ini mencerminkan ekspansi dan penguatan aset yang dilakukan oleh perseroan.
Liabilitas atau kewajiban perusahaan juga turut meningkat menjadi Rp87,10 triliun dari sebelumnya Rp83,18 triliun. Meski begitu, ekuitas JSMR tetap mencatatkan pertumbuhan tipis menjadi Rp58,28 triliun dari Rp57,54 triliun pada akhir 2024.
Dari sisi likuiditas, Jasa Marga menunjukkan performa yang membaik.
Posisi kas dan setara kas meningkat signifikan menjadi Rp6,36 triliun per akhir Juni 2025, dibandingkan Rp4,70 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal ini memberikan ruang bagi perusahaan dalam menjaga stabilitas arus kas serta mendukung operasional dan rencana investasi ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










