Konsumen Beralih ke Shell dan BP, Pertamina Diminta Reformasi Layanan dan BBM

AKURAT.CO PT Pertamina dinilai perlu melalukan reformasi layanan hingga kualitas bahan bakar minyak (BBM) untuk kembali merebut konsumen yang beralih ke kompetitor swasta.
Adapun, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dikelola oleh perusahaan swasta mengalami kelangkaan pasokan akibat habisnya stok mereka.
Habisnya stok ini disinyalir karena adanya peralihan (shifting) dari BBM subsidi ke non-subsidi. ESDM mencatat, sampai dengan saat inj adanya shifting sebesar 1,4 juta kiloliter.
Baca Juga: Kementerian ESDM Masih Siapkan Desain Proyek Pembangunan PLTS 100 GW
Adanya shifting ini menjadi salah satu penyebab habisnya stok di SPBU swasta karena masyarakat beralih dari SPBU Pertamina ke SPBU swasta.
Melihat hal ini, Direktur eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal menilai PT Pertamina (Persero) perlu memperkuat strategi komunikasi dan kualitas produk untuk merebut kembali kepercayaan konsumen yang kini cenderung memilih Shell atau BP.
Faisal menekankan bahwa kalangan menengah atas lebih mementingkan kualitas dibanding harga.
“Jadi ketika ada perbedaan harga secara tipis tapi mereka lebih percaya yang sedikit lebih mahal maka mereka kan lebih memilih tadi yang Shell ataupun BP. Nah karena lebih mereka tidak percaya aja gitu atau kurang percaya sama yang Pertamina,” kata Faisal kepada Akurat.co dikutip, Kamis (18/9/2025).
Baca Juga: ESDM Pastikan SPBU Swasta Dapat Kuota BBM Sesuai Ketentuan
Untuk merebut kembali pasar tersebut, Faisal menekankan dua langkah utama. Pertama, memperbaiki tata kelola dan membangun komunikasi publik yang strategis.
Kedua, memastikan kualitas produk benar-benar terjaga. Ia menyarankan Pertamina tidak hanya mengandalkan komunikasi, tetapi juga menawarkan varian BBM yang lebih sesuai dengan ekspektasi konsumen kelas menengah atas.
“Istilahnya ini membangun satu brand yang baru atau mungkin juga brand yang sudah ada tapi dengan marketing dan juga kalau memang dia kualitasnya sudah bagus berarti juga dengan marketing tentang keunggulannya dari sisi kualitas,” ujarnya.
Sementara itu , Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai Pertamina perlu mereformasi layanan di SPBU mereka.
Komaidi menyebut bahwa kualitas BBM Pertamina pada dasarnya setara dengan produk sejenis dari perusahaan lain.
Menurutnya, hasil uji spesifikasi yang dilakukan Kementerian ESDM melalui Lemigas menunjukkan standar kualitas BBM dengan Research Octane Number (RON) yang sama relatif mirip.
“Kalau dari data spek yang dikeluarkan pemerintah, untuk RON yang sama sebenarnya standarnya mirip-mirip. Mungkin ada booster atau katalis berbeda di masing-masing produk, sehingga konsumen merasakan performa yang sedikit berbeda meski RON-nya sama,” ucap Komaidi.
Komaidi pun menyampaikan bahwa adanya peralihan konsumen menjadi momentum bagi Pertamina untuk menghadirkan produk dengan performa setara atau lebih baik dari pesaingnya.
Salah satunya, Komaidi menekankan bahwa pertamina perlu mengupgrade layanan yang diberikan mereka di SPBUnya.
“Di SPBU non-Pertamina biasanya lebih welcome. Misalnya ditawari membersihkan kaca, membantu membuang sampah kecil, atau menyemir roda. Hal sederhana seperti itu membuat konsumen merasa diperhatikan,” tuturnya.
Menurutnya, meskipun secara teknis produk BBM serupa, persepsi publik masih menganggap BBM dari SPBU swasta lebih baik karena layanan yang diberikan.
“Konsumen kan human ya jadi kalau aspek humannya disentuh biasanya juga mereka akan loyal mungkin produknya sama begitu,” pungkas Komaidi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






