Peluang Investasi Hijau Terbuka Lebar, Targetkan Mobilisasi USD7,7 Miliar per Tahun dari Pasar Karbon

AKURAT.CO Langkah berani Indonesia di COP30 bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga membuka babak baru bagi perekonomian nasional.
Pemerintah mengumumkan keberhasilan mobilisasi investasi lintas sektor hingga USD7,7 miliar atau sekitar Rp128,5 triliun per tahun melalui skema pasar karbon, sebuah sinyal kuat bagi para investor global.
Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH melaporkan bahwa pilar utama dari strategi ini adalah Peraturan Presiden tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).
Regulasi ini menjadi landasan bagi pembiayaan proyek-proyek rendah emisi, menciptakan ekosistem ekonomi hijau yang menguntungkan.
Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau adalah sebuah keniscayaan yang profitabel.
“COP30 menjadi momentum untuk membuktikan bahwa pembangunan hijau tidak hanya mungkin, tetapi juga menguntungkan,” katanya, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga: Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Diduga Berasal dari Speaker Sekolah
Langkah ini didukung oleh penghentian investasi pada pembangkit batu bara baru sejak 2023 dan percepatan penutupan PLTU lama.
Kebijakan ini secara langsung mengalihkan fokus investasi ke sektor energi terbarukan, yang ditargetkan mencapai 23% dari bauran energi nasional pada 2030.
Dengan adanya kepastian hukum dan komitmen politik yang kuat, Indonesia kini menjadi destinasi menarik bagi modal yang mencari pertumbuhan berkelanjutan, mulai dari proyek energi bersih, restorasi ekosistem, hingga teknologi pengelolaan limbah modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









